Bupati Bandung Barat Tunggu Arahan Ridwan Kamil Soal New Normal

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 15:05 WIB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara
Bupati Bandung Barat Aa Umbara (Foto: Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini menunggu arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil soal penerapan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Sebelumnya, new normal di KBB direncanakan bakal diterapkan pada 1 Juni 2020. Namun karena belum ada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan soal penerapan new normal di Jawa Barat rencana tersebut terpaksa ditunda.

Selain itu, saat ini KBB sendiri masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial meskipun berdasarkan hasil evaluasi sudah masuk ke zona biru.

"Kita menunggu dulu hasil gubernur bersurat ke Kemenkes soal penerapan new normal di 15 kabupaten kota zona biru, termasuk KBB. Tapi memang sekarang persiapan new normal, karena KBB juga masih PSBB sampai 12 Juni," kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara saat ditemui di Kantor Pemkab Bandung Barat, Selasa (2/6/2020).

Pihaknya belum bisa memutuskan apakah KBB akan menerapkan new normal atau tidak. Sebab rekomendasi Kemenkes belum dikeluarkan dan diinstruksikan oleh Pemprov Jabar ke daerah masing-masing.

"Tidak boleh mendahului keputusan gubernur dan Kemenkes, jadi sabar saja dulu. Soal diskresi new normal oleh pemerintah daerah, lihat nanti saja," kata Umbara.

Kendati demikian, saat ini pihaknya sudah melakukan persiapan penerapan new normal dengan memprioritaskan pengawasan di pusat perbelanjaan, rumah peribadatan, dan tempat wisata.

"Kalau memang nanti setelah 12 Juni boleh new normal, persiapan kita sudah matang. Yang jadi prioritas pengawasan kan pasar, supermarket, rumah ibadah dan terutama tempat wisata," bebernya.

Saat objek wisaya dibuka, pihaknya tidak ingin terjadi lonjakan kasus positif COVID-19 hingga memunculkan klaster penyebaran baru di Bandung Barat.

"Pertemuan pengelola wisata sudah dilakukan, mereka semua sudah siap. Intinya protokol kesehatan diterapkan, jangan sampai nanti wisatawan dari luar daerah datang ke KBB malah menjadi sumber penularan dan jadi ada klaster wisata. Kita tidak mau seperti itu, harus diantisipasi," ujarnya.

(mso/mso)