Pemilik Pulang dari Karawang, Rumah di Bandung Sempat Ditandai Zona Merah

Muhammad Iqbal - detikNews
Minggu, 31 Mei 2020 23:10 WIB
Sebuah rumah ditandai zona merah gegara penghuni sempat mudik ke Karawang
Sebuah rumah ditandai zona merah gegara penghuni sempat mudik ke Karawang (Foto: Istimewa)
Bandung -

Sebuah rumah di Kabupaten Bandung ditandai zona merah, usai pemilik rumah sempat mudik dari Karawang. Setelah tanda tersebut viral di media sosial, kini tanda tersebut telah dicabut oleh pengurus warga.

Sebelumnya, sebuah akun twitter @dewisutrisno_ mengunggah sebuah kicauan disertai foto yang mengomentari terkait tanda tersebut. Rumah tersebut berada di Komplek Perumahan Bukit Bunga Kopo RT 3/RW 15 Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

"Galak banget ini pengurus RT 03/15 di Soreang (seharusnya Katapang) Bandung. Balik-balik gimana ya ekspresi yang punya rumah. Ini dari instastory temen aku," kicau akun tersebut.

Ketua Rukun Tetangga 03 RW 15 Komplek Bukit Bunga Kopo, Parno mengatakan dirinya baru tahu kalau tanda tersebut viral di media sosial. Setelah dua hari tertancap di depan dan halaman rumah tersebut, kini tanda tersebut sudah diangkat kembali.

"Sudah saya angkat tadi. Tadi juga saya kaget dari polisi pada ke sini," ujar Parno, Minggu (31/5/2020).

Parno mengatakan, tanda tersebut merupakan keputusan bersama antar warga di sekitar rumah. Karena penghuni rumah tersebut diketahui sempat mudik ke Karawang.

Menurut Parno, tanda tersebut merupakan bentuk sanksi sosial bagi penghuni rumah. Namun, tanda tersebut bukan untuk mendiskriminasi pengunjung rumah.

"Sebelum pergi ada larangan, tapi tetap nekat ke sana. Dan itu bukan saya sendiri tapi atas kesepakatan pengurus. karena itu berlaku untuk semua. Itu berlaku sebagai sanksi sosial untuk mereka," ujarnya.

Parno menambahkan, tanda tersebut atas persetujuan pemilik rumah setelah pulang dari lokasi mudik. "Sudah pulang, saya datangi kasih tahulah, kemudian minta izin untuk ditandai itu," tambahnya.

Kini penghuni rumah sedang melakukan isolasi mandiri. Sejak pulang, Rabu (27/5/2020) lalu, kini mereka dalam pemantauan pihak puskesmas setempat.

"Sekarang sedang karantina mandiri. Itu untuk menjaga agar wilayah kita tetap aman. Tidak ada maksud lain," pungkasnya.

(mud/mud)