Respons Netizen soal New Normal di Jabar: Pak Tau Game Plants vs Zombies?

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 21:07 WIB
Poster
Ilustrasi new normal (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Kebijakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerapkan new normal mendapatkan beragam komentar dari netizen yang membanjiri konten media sosialnya, baik di Twitter maupun Instagram @ridwankamil.

Dari pantauan detikcom, ada netizen yang pro dengan keputusan menerapkan new normal setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan sebagian lagi pesimis new normal bisa menahan laju penyebaran COVID-19.

Seperti tanggapan dari @pu*****hmn, ia kurang yakin dengan kebijakan new normal yang diberlakukan pemerintah. Menurutnya, tidak ada jaminan orang dari zona yang lebih aman, tidak berpergian ke zona rawan.

"...tidak aja jaminan orang yang melakukan new normal tidak akan berpergian ke zona merah, vaksin belum ada takutnya kedepannya justru kurva akan meningkat. Saran saya new normal dilakukan serentak jika seluruh wilayah Indonesia tidak ada sama sekali zona merah," tulis akun tersebut.

Pemilik akun @er***va mengatakan, new normal belum waktunya diterapkan. Pasalnya, masih ada warga yang berkerumun di pasar. "tapi kenyataanya di cirebon rame teros tiap hari gada yg jaga jarak sama sekali apalagi di pasar beuhhhhh," tulisnya.

Sementara itu, pemilik akun @yu****am memberikan komentar yang kocak, ia menyebut istilah gelombang pada COVID-19 itu disamakan dengan games Plants vs Zombies.

"Pak tau game plans vs zombies ga? Di game itu tiap ada gelombang baru tau kan pak gmn makin banyak dan ganas nya tuh zombie2? Nah corona jg gt kali pak," tulisnya.

Namun demikian, ada netizen juga yang pro dengan kebijakan new normal tersebut. Seperti yang ditulis akun @pi****l_."Ayoooo paa aku pengen sekolah," tulisnya.

Begitu pun dengan akun @fu*********ja mendukung kebijakan new normal. "Saya mendukung pak. Jepang bisa menekan penularan dg disiplin pakai masker. Padahal Jepang ga ada lockdown dan tes massal pun jg kalah jauh dibanding negara lain.

Ekonomi ditutup terus"an kyknya jg efek dominonya ntar kemana". Yg penting harus ada protokol kesehatannya pak," tulisnya.

(yum/mud)