New Normal, Pemkab Bandung Barat Akan Buka Sejumlah Objek Wisata

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 18:36 WIB
objek wisata di floating market
Ilustrasi objek wisata Lembang (Foto: (Brigida Emi Lilia/d'Traveler)
Bandung Barat -

Menjelang pemberlakuan tatanan era normal baru atau new normal di masa pandemi Corona pada 1 Juni mendatang, Pemkab Bandung Barat mulai menggerakkan roda ekonomi. Salahnya membuka objek wisata.

Salah satu persiapan yang saat ini sedang dilakukan yakni terkait rencana pembukaan obyek wisata yang di ada di Kabupaten Bandung Barat, khususnya di kawasan wisata Lembang.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB David Oot, mengungkapkan rencana pembukaan sejumlah obyek wisata di KBB saat ini sedang dibahas.

"Kemungkinan memang seperti itu (dibuka), tapi akan dibahas dulu oleh bupati dengan stakeholder mengenai teknis dan panduannya seperti apa kalau nanti dibuka saat new normal," ungkap David saat dihubungi, Kamis (28/5/2020).

Jika nantinya dibuka, maka pihaknya akan memfokuskan dulu obyek wisata alam dan hotel di kawasan Lembang dan daerah lain di KBB sambil melihat perkembangannya selama new normal.

"Kalau dibuka mungkin bertahap karena ada fase-fasenya, untuk awal ini beberapa destinasi wisata dulu jadi tidak langsung semua. Seperti hiburan dan spa tidak dibuka dulu, mungkin wisata alam yang diutamakan," ujarnya.

Saat dibuka nanti, pengelola pun wajib menerapkan protokol kesehatan saat menerima kunjungan wisatawan yang dituangkan dalam perjanjian hitam di atas putih.

"Kita bikin lembar perjanjiannya, misalnya wisatawan yang tidak memakai masker tidak boleh masuk, wajib menyediakan hand sanitizer, thermal gun, dan membatasi pengunjung. Kalau untuk hotel, setelah tamu check out, langsung disterilisasi dan dikosongkan 4 jam, baru boleh terima tamu lagi, kalau melanggar nanti bisa kita tutup lagi," katanya.

Pihaknya berharap dengan pembukaan wisata saat era new normal nanti bisa menjadi recovery ekonomi bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 lantaran menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.

"Otomatis harus jadi recovery ekonomi, karena nanti masyarakat bisa berjualan lagi. Tapi kita juga tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan saat wisata dibuka," tegasnya.

(mud/mud)