Pandemi Corona, Seba Baduy Tahun Ini Hanya Dihadiri Perwakilan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 12:20 WIB
Suku Baduy terkenal dengan adatnya yang masih sangat kental. Tinggal di tengah gunung, mereka menjalankan aktifitasnya dengan cara yang sangat tradisional.
Ilustrasi suku baduy (Foto: Rafida Fauzia/detikcom)
Lebak -

Tradisi ritual Seba Baduy oleh warga adat dari Desa Kanekes, Kabupaten Lebak tahun ini tetap dilaksanakan di tengah pandemi Corona. Namun, tahun ini hanya hanya dihadiri perwakilan adat.

Kepala Dinas Pariwisata Lebak Imam Rismahayadin mengaku sudah menerima surat permohonan dilakukannya ritual adat ini. Usulan dari para tetua Baduy, Seba agar dilakukan pada rentang tanggal 30 Mei sampai 1 Juni.

"Dari masyarakat Kanekes, dari jaro meminta 30 sampai tanggal 1," kata Imam kepada detikcom, Kamis (28/5/2020).

Karena masa pandemi, permintaan Seba ini dilakukan secara terbatas dan tertutup. Perwakilan adat hanya akan bertemu dengan bupati Lebak dan ke gubernur Banten untuk menyampaikan pesan-pesan pemimpin adat. Yang biasanya Seba untuk menarik wisatawan juga ditiadakan dan tertutup untuk warga dan publikasi.

"Jadi tidak seperti yang sudah ada, cuma ritual penyampaian pesan saja," ujarnya.

Dinas Pariwisata saat ini sedang konsultasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 untuk penyelenggaraan ritual ini. Kemungkinan perwakilan adat yang ritual sebanyak 5 orang. Selama ritual juga akan dipertimbangkan menggunakan protokol kesehatan agar tak ada yang terpapar Corona.

"Kemungkinan ada perwakilan 3 atau 5, kalau di-acc. tergantung pemilik kebijakan," ujarnya.

Tradisi Seba merupakan ritual wajib tahunan bagi warga adat Baduy. Ritual ini dilakukan setelah mereka melakukan tradisi Kawalu atau menutup diri dari dunia luar.

Seba bagi warga Baduy Dalam dilakukan dengan cara berjalan kaki untuk bertemu dengan kepala daerah yang disebut Abah Gede. Di situ mereka akan menyampaikan pesan-pesan adat bagi kepala daerah.

(bri/mud)