New Normal di Jabar, Tenaga Medis Akan Keliling Lakukan Swab Test

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 16:44 WIB
Petugas dan Warga di Bandung Jalani Tes Swab
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Provinsi Jawa Barat akan menerapkan fase new normal pada 1 Juni 2020 mendatang. Walau demikian, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) menekankan pada fase new normal bukan berarti risiko penularan virus Corona berkurang.

"Masuk new normal bukan berarti risiko berkurang, kita tetap waspada, jadi kita mengambil sikap dan kebijakan dengan tetap mengedepankan kewaspadaan, salah kewaspadaan dengan pemeriksaan atau pendeteksian swab tes atau rapid tes dalam era kenormalan baru," ujar Juru Bicara GTPP Jabar Berli Hamdani dalam telekonferensi pers dari Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/5/2020).

Berli mengatakan, pada era kenormalan baru nanti, petugas kesehatan akan berkeliling dengan menggunakan ambulans, mobil Mpuss atau Maskara atau kendaraan operasional kesehatan milik provinsi lainnya untuk melakukan pemeriksaan rapid tes atau swab test pada tempat berkumpulnya massa.

"Nanti akan berkeliling dan melakukan pemeriksaan di tempat kerumunan massa, bisa di tempat pengajian, kondangan, tempat dakwah atau kegiatan rumah ibadah lainnya dengan sistem random sampling," ucap Berli.


Berli memaparkan, saat ini Dinas Kesehatan Jabar tengah melakukan kajian mendalam terkait penerapan protokol kesehatan, yang disesuaikan dengan entitas masing-masing. Pola pengendalian COVID-19 pun akan diberikan berjenjang dimulai dari pimpinan di institusi atau lembaga tersebut hingga ke level provinsi.

"Jadi nanti di gedung-gedung industri, gedung pemerintahan, dan yang lainnya akan dibuatkan protokol-protokol yang disesuaikan dengan kebutuhan di tempat tersebut," katanya.

Ia pun kembali menekankan, kenormalan baru akan berhasil dan menjadi budaya yang positif bila masyarakat berperan serta dalam hal kedisiplinan. "Disiplin mengenakan masker dan menerapkan physical distancing, termasuk mengingatkan tetangga atau orang di lingkungannya yang tak mentaati aturan tersebut, bila tak begitu new normal hanya jadi keniscayaan," katanya.

(yum/ern)