Gelombang Tinggi di Sukabumi, Air Laut Meluber ke Jalan Raya

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 13:19 WIB
Air Laut Meluber di Sukabumi
Air laut meluber ke jalan raya di Sukabumi. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Gelombang tinggi masih melanda sepanjang pesisir pantai selatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di wilayah Palangpang, Geopark Ciletuh, dilaporkan ombak besar itu meluber dan menyeret sampah hingga ke jalan raya.

Situasi pasang air laut juga terjadi nyaris merata di sepanjang pesisir Pantai Palabuhanratu hingga kawasan Karang Hawu, Cisolok. "Situasi cuaca ombak pasang besar, air laut sampai ke jalan membawa sampah. Dari titik pesisir sejauh 80 meter ke jalan raya," kata Aris Irvan warga setempat melalui sambungan telepon, Selasa (26/5/2020).

Menurut Aris, situasi kawasan yang diakui oleh UNESCO itu sepi dari wisatawan, hanya terlihat pengunjung lokal dengan jumlah tidak banyak. "Situasi pengunjung sepi, untuk laporan kecelakaan nelayan alhamdulillah tidak ada," ujarnya Aris.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi situasi gelombang tinggi akan berlangsung sampai akhir bulan Mei 2020. Rafdi Ahadi Triputra, staf operasional gempa bumi dan tsunami BMKG Bandung wilayah Palabuhanratu, memperingatkan gelombang tinggi yang terjadi di perairan wilayah selatan Jawa Barat akan berlangsung hingga 31 Mei 2020 dengan ketinggian gelombang 3.0 Meter hingga 5.0 meter.

Gelombang air laut mulai terjadi 25 Mei dengan ketinggian mencapai 1,5 meter hingga 3,5 meter. Lalu pada 26 Mei mencapai 3,0 meter hingga 5,0 meter. Selanjutnya, pada 27 Mei ketinggian air 3,5 meter hingga 5,0 meter, dan 28 Mei 3,5 meter hingga 5,0 meter.

"Dari tanggal 28 Mei sampai 31 Mei 2020 tinggi gelombang laut kisaran 3,5 sampai 5,0 meter, ini tentu berbahaya baik nelayan dengan perahu kecil maupun aktivitas pesisir pantai," kata Rafdi.

Ia meminta masyarakat pesisir pantai untuk tetap waspada, juga kepada wisatawan yang saat ini akan berwisata di pantai selatan khususnya Palabuhanratu untuk menunda aktivitasnya. "Masyarakat untuk selalu waspada karena ketinggian gelombang sampai lima meter, wisatawan yang melakukan aktivitas di pantai agar selalu waspada," ujar Rafdi.

(sya/bbn)