Viral Foto Pemotor Tembus Jalur Pantai, Awas Gelombang Tinggi!

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 17:32 WIB
Pemotor yang nekat melintas pesisir pantai di Sukabumi yang tengah gelombang tinggi
Pemotor yang nekat melintas pesisir pantai di Sukabumi yang tengah gelombang tinggi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Gelombang tinggi dikabarkan menerjang kawasan pesisir pantai selatan sejak pagi tadi. Meskipun begitu hal itu tidak menyurutkan niat wisatawan untuk berkunjung ke sejumlah lokasi wisata.

Sebuah foto memperlihatkan pemotor diduga wisatawan nekat melintas pesisir pantai bergelombang tinggi viral di media sosial dan aplikasi perpesanan. Diduga lokasi aksi nekat pemotor itu terjadi di kawasan wisata Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi.

"Itu area Ujunggenteng yang mana di antara pantai nya bisa dijadikan lintasan. Rute perjalan pantai A Samagi - Pantai kalapa condong masih wilayah Ujunggenteng dan sebaliknya," kata Dadang Hermawan Korwil Balawista wilayah selatan, melalui aplikasi perpesanan kepada detikcom, Senin (25/5/2020).

Dadang menyebut aksi itu membahayakan karena posisi air laut saat ini sampai jalan raya. Diduga para wisatawan pemotor itu nekat melintasi jalur pantai karena menghindari cek point PSBB.

"Posisi pasang tinggi, wisatawan masih diperkirakan ada 100 orang, banyak masuk ke daerah Cibuaya Pasir Putih, zona di luar pasir putih, kebanyakan motor plat B, dua kemungkinan mereka masuk lewat selatan Cianjur bisa juga lewat jalur utama Geopark," jelas Dadang.

Kemungkinan lain banyaknya wisatawan melewati rute perjalanan pantai dikatakan Dadang kemungkinan mereka sengaja menginap dan memasang tenda di kawasan Pasir Putih.

"Kalau rute perjalanan pantai, mereka itu kebanyakan memasang tenda di Pasir Putih rutenya enggak jauh. Cibuaya - Ujunggenteng, Palangpang. Intinya imbauan kita lakukan, sesuai SOP. Saat ini gelombang tinggi," jelas Dadang.

Sementara itu, ramai juga warga yang menyebut jika foto itu editan dan sengaja disebarkan untuk membuat warga takut. "Hoax itu, banyak yang nyebar di media sosial dan whatsapp, setahu saya tidak ada kawasan itu di wilayah Ujunggenteng," kata Deni Abdul, salah seorang warga kepada detikcom.

(sya/mud)