Pemkab Sumedang Mencatat Adanya Lonjakan Pemudik Saat Lebaran

Muhamad Rizal - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 13:42 WIB
Poster
Ilustrasi mudik (Foto: Edi Wahyono)
Sumedang -

Pemkab Sumedang mencatat adanya lonjakan pemudik yang datang saat malam takbiran dan Idul Fitri. Padahal, sudah ada larangan mudik dari pemerintah.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta agar para petugas yang menjaga di perbatasan tetap waspada dan bersikap tegas dalam melakukan pengawasan terhadap sejumlah masyarakat yang melewati jalur Sumedang agar penyebaran virus corona dapat ditekan dan tidak masuk ke Sumedang.

"Banyak kendaraan yang harus putar balik tidak bisa masuk karena penumpangnya tidak memiliki KTP Sumedang. Untuk warga yang memiliki KTP, harus menjalani rapid test dulu," kata Dony melalui pesan singkatnya, Senin (25/5/2020)

Saat menjalani rapid test COVID-19, kata Dony bagi para pengemudi yang memiliki KTP Sumedang akan diminta untuk menginap satu hari di tempat karantina di posko perbatasan lebaran yang sudah disiapkan.

Kemudian, bagi warga yang terbukti positif, pihaknya akan langsung membawa warga tersebut untuk dibawa ke Wisma Isolasi, sementara yang non reaktif bisa pulang dan menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing selama waktu yang ditentukan.

"Bagi pemudik yang masuk Karantina mandiri di rumahnya masing-masing dan akan terus di pantau oleh desa siaga corona," katanya.

Menurut data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang , jumlah Orang Dalam Risiko (ODR) atau yang masuk ke wilayah Sumedang masih melonjak. Per Minggu (24/5), terdapat 14.937 kendaraan masuk di cek poin perbatasan. Sebanyak sebanyak 617 kendaraan harus putar balik tidak bisa masuk Sumedang karena tidak memiliki KTP Sumedang.

Adapun jumlah orang yang masuk Sumedang tercatat sebanyak 4.304 orang. Sedangkan pada hari Sabtu (23/5/2020) tepatnya H-1 Lebaran tercatat sebanyak 3.898 orang yang masuk wilayah Sumedang.

(mud/mud)