2 Pedagang Positif, Dinkes Jabar: Terlalu Dini Disebut Klaster Pasar Cimahi

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 12:34 WIB
Ilustrasi Corona
Ilustrasi Corona (Foto: dok iStock)
Bandung -

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani memastikan, baru ada dua pedagang di pasar yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Senin (25/5/2020).

Seperti diketahui, dua orang pedagang di Pasar Antri Kota Cimahi terkonfirmasi terpapar COVID-19. Kedua pedagang tersebut masing-masing berjualan kelontong dan kerudung. Keduanya mengikuti swab test di pasar pada Jumat pekan lalu.

"Secara tes swab baru yang Pasar Antri, antisipasi tetap dilakukan dengan pemeriksaan tes swab masif (di seluruh pasar di Jabar)," kata Berli saat dikonfirmasi detikcom, Senin (25/5).

Berli mengatakan, terlalu dini untuk menyebut penularan COVID-19 di Pasar Antri sebagai klaster baru. Pasalnya, secara potensi penularan, pasar merupakan area terbuka dan siapapun dapat diduga sebagai sumber penularan.

"Terlalu awal kalau divonis klaster Pasar Cimahi," ucapnya.

Pengelola Pasar Antri Johny Hanjelin mengatakan pihaknya selama ini mengikuti aturan untuk melakukan penutupan Pasar Antri lantaran ada dua pedagangnya yang positif COVID-19.

"Yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 itu pedagang kelontong dan pedagang kerudung. Mereka ikut swab test di pasar hari Jumat minggu lalu. Kita ikut aturan pasar ini ditutup sementara," kata Johny.

Terkait penutupan pasar selama 2 minggu ke depan, diakuinya bakal berdampak besar. Apalagi terdapat 800 orang lebih pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

"Kita termasuk susah juga, karena ini masalah orang banyak. Komunikasi dengan pedagang belum, baru hari ini ditutup. Kebetulan memang lebaran biasanya libur 2 hari, setelah itu mulai buka. Nanti kita komunikasikan ke pedagang pas buka hari Selasa," tuturnya.

(mud/mud)