Dear Wisatawan, Hati-hati Ombak Pantai Palabuhanratu Sedang Tak Ramah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 09:22 WIB
Ombak di pantai Palabuhanratu tinggi, wisatawan diminta hati-hati
(Foto: Istimewa) Ombak di pantai Palabuhanratu tinggi, wisatawan diminta hati-hati
Sukabumi -

Kepala Operasional dan SDM Satgas Pemandu Keselamatan Wisata Tirta Kabupaten Sukabumi, Asep Edom Safulloh melaporkan situasi pantai di teluk Palabuhanratu sedang tak ramah. Air dikabarkan menyentuh hingga ke bale warung penjual makanan di beberapa lokasi.

"Pagi ini melaporkan air pasang tinggi sejak jam 06.00 WIB pagi, sampai jam 07.45 semakin tinggi dan terutama terdapat mulai titik palabuhanratu Istana Presiden hingga di jalur pantai di kawasan-kawasan tersebut," kata Asep melalui pesan suara yang dikirim ke detikcom, Senin (25/5/2020).

Di hari kedua Idul Fitri 1441 Hijriah, Asep memastikan seluruh anggotanya sudah mulai melaksanakan tugas di pos masing-masing untuk melakukan penjagaan. Mulai dari pesisir pantai wilayah Timur, Barat dan Selatan.

"Mulai dari Kecamatan Cisolok Pos Cibangban sampai Minajaya Surade, sudah mulai siap di pos masing-masing sejak pagi hingga sore nanti menjalankan standar pengamanan penjaga panta," imbuhnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lokasi wisata pantai memang kerap ramai diburu wisatawan yang berlibur di kawasan pantai. Meski situasi saat ini Pemkab Sukabumi menjalankan PSBB Parsial di 14 wilayah, salah satunya di Palabuhanratu beberapa wisatawan dikabarkan sudah mulai berdatangan bahkan sejak hari pertama lebaran.

"Wisatawan mulai terpantau masuk sejak hari Minggu (24/5) kemarin, mereka ke pantai istana presiden bersama keluarganya. Padahal diketahui saat ini Palabuhanratu masuk ke wilayah yang menjalankan PSBB," kata Asep, warga Palabuhanratu.

Menanggapi hal ini, Asep mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melarang wisatawan masuk. Karena lembaganya hanya berwenang memberikan imbauan dan mengedepankan sosialisasi wisata aman.

"Kami memberikan imbauan saja terutama untuk wisata aman di sepanjang pantai yang berisiko terseret arus. Tidak punya kapasitas melarang pengunjung berwisata ke pantai. Itu kewenangan ada di pemerintah dan kepolisian, kami hanya standby di titik pengamanan kami. Utamanya untuk wisata aman," jelas dia.

(sya/mud)