Muncul Klaster Pasar Antri Cimahi, 2 Pedagang Positif Corona

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 24 Mei 2020 14:21 WIB
Warga Cimahi Sesaki Pasar Saat Pandemi
Suasana Pasar Antri Cimahi (Foto: Whisnu Pradana/detikcom).
Cimahi -

Kasus positif Corona Virus Disease atau COVID-19 di Kota Cimahi terus mengalami penambahan setelah empat orang terkonfirmasi positif hasil swab test.

Dua dari empat orang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut merupakan pedagang di Pasar Antri, Kota Cimahi. Satu orang merupakan wanita berusia 60 tahun warga Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah dan satu orang lagi seorang laki-laki warga Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Empat pasien tersebut melakukan swab test di Pasar Antri, mendaftar melalui Pikobar Cimahi, mendaftar melalui Pikobar KBB dan PDP di RS Santosa.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan, dua orang pasien yang memunculkan klaster Pasar Antri tersebut saat ini sudah dibawa ke RSUD Cibabat untuk menjalani perawatan.

"Betul terkonfirmasi ada empat positif, dua pedagang di Pasar Antri dan dua lagi merupakan warga Cibabat, bukan pedagang Pasar Antri. Sekarang sudah ditangani, ada yang dirawat di RSUD Cibabat dan di RS Santosa," ungkap Chanifah saat dihubungi, Minggu (24/5/2020).



Saat ini pihaknya langsung melakukan tracing kontak erat terhadap dua pasien yang merupakan pedagang kelontong dan kerudung di Pasar Antri. Tracing sendiri dilakukan lantaran keduanya masih beraktivitas hingga hasil swab test keduanya keluar pada Sabtu (23/5).

"Kita langsung tracing, siapa saja pedagang dan pembeli yang kontak erat dengan pasien positif itu. Dipastikan akan sangat banyak, makanya kita pasar pemberitahuan agar yang merasa kontak dengan dua orang itu langsung menghubungi Dinkes untuk swab test," ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu sisa hasil swab test 50 pedagang Pasar Antri lainnya yang melakukan tes pada Jumat (15/5) lalu.

"Jadi yang pertama kami terima hasil swab testnya itu pasien asal Setiamanah. Jadi masih banyak sisa hasil swab test pedagang Pasar Antri yang belum keluar. Sekarang baru keluar sebagian, dan sedang kita pilah mana yang pedagang dan masyarakat umum," tuturnya.

Pihaknya juga akan melakukan penelusuran dari mana pasien-pasien tersebut terpapar COVID-19. "Kita belum tahu juga dari mana sumber paparan COVID-19 mereka. Nanti akan diketahui setelah wawancara dengan yang bersangkutan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 makin meluas, Pemerintah Kota Cimahi akhirnya memutuskan menutup operasional Pasar Antri selama 14 hari ke depan.

"Kita harus lakukan sterilisasi pasar dan kios. Sambil melakukan tracing pedagang. Sekalipun yang positif hanya 1, tapi pasar pasti tetap akan ditutup," ujarnya.

Pria Ber-APD Teriak 'Kami Capek' di Jalan Hingga Viral, Ini Alasannya:

(mso/mso)