Pemkot Bandung Minta Aparat Kewilayahan Tegas Batasi Warga Mudik

Siti Fatimah - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 15:56 WIB
Poster
Ilustrasi mudik di tengah pandemi Corona. (ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Pemkot Bandung meminta aparat kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan agar lebih gencar mengimbau warga tidak mudik. Sewaktu momen Lebaran Idul Fitri, warga diimbau agar tetap berada di rumah masing-masing.

"Sekarang ada arus mudik, ini kita harus perketat inventarisasi. Idealnya yang mudik itu kita catat betul, apalagi yang datang dari episentrum dan itu camat harus memiliki datanya. Karena tidak ada yang dapat menjamin warganya harus isolasi selama 14 hari," kata Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 sekaligus Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (23/5/2020).

Ema mengingatkan kepada warga yang sudah terlanjur mudik agar terbuka dan melapor kepada aparat kewilayahan. Sehingga kondisi kesehatan warga itu dapat dipantau Dinas Kesehatan melalui puskesmas kecamatan.

"Terpenting itu harus terdata, jangan menyebarkan ke yang lain dan mereka harus isolasi," ucapnya.

Selain mempertegas pembatasan mudik, Pemkot Bandung meminta para camat dapat menyiapkan tempat khusus isolasi. Tujuannya sebagai antisipasi jika warga tidak memiliki sarana yang memadai saat menjalankan isolasi mandiri.

"Kita yang meminta di Kecamatan kalau memungkinkan untuk melakukan isolasi di tingkat kecamatan. Saya yakin di kecamatan pasti ada. Contohnya Sukajadi yang mengusulkan ada gedung milik Kemendagri yang mungkin bisa dimanfaatkan," ujar Ema.

Menurut Ema, Dinas Kesehatan Kota Bandung saat ini telah memasukkan 20 Orang Dalam Pemantauan (ODP) ke gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar untuk melakukan isolasi. Mengingat ODP tersebut dalam keadaan kurang menunjang dari segi infrastruktur untuk isolasi mandiri.

"Terpenting bukan dari segi bangunannya saja, mereka yang ODP harus benar-benar dalam pemantauan. Kepada yang ODP harus terpantau ketat idealnya mereka isolasi di ruang terpisah," tutur Ema.

(bbn/bbn)