Pandemi Corona

Nelangsa Pedagang Oleh-oleh: Sepi Pembeli hingga Omzet Turun Drastis

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 22 Mei 2020 13:53 WIB
Pedagang oleh-oleh
Pedagang oleh-oleh makanan di Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Lalu lintas di Jalan Raya Soekarno Hatta Kota Bandung, tepatnya di kawasan Terminal Leuwipanjang, kembali ramai meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlaku. Awah (56), penjual oleh-oleh di jalan tersebut, membuka toko oleh-olehnya setelah hampir satu bulan lebih ditutup karena harus mengikuti imbauan pemerintah sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19.

Pria memiliki 10 anak dan 10 cucu itu mengaku selama membuka toko selagi pandemi ini belum meraup untung. "Sehari Rp 250 ribu paling. Ada Rp 500 ribu," kata Awah kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

Ia lebih banyak berdiam diri duduk di kursi yang ada di depan tokonya sambil berteriak-teriak kepada pengguna jalan. "Mangga oleh-oleh na, tempe, dodol, wajit," teriak Awah saat ada kendaraan yang melintas.

Pria berdomisili di Garut ini terpaksa membuka toko oleh-olehnya karena sudah tidak memiliki pemasukan. Apalagi biaya sewa toko itu harus tetap dibayar

"Belum kontrakan Rp 7,5 juta sebulan. Ini saya baru buka satu minggu," ujar Awah.

Menurut dia, karena pembeli masih sepi, pedagang lainnya yang berjualan di luar Terminal Leuwipanjang lebih memilih tutup sementara. Bahkan, pedagang yang berjualan di dalam Terminal Leuwipanjang semuanya tutup karena tidak ada yang beli sama sekali.

"Ini yang jualan di luar terminal ada yang udah dua minggu, kalau saya seminggu, ada juga yang masih tutup. Apalagi yang di dalam terminal pada tutup, pembeli masih sepi," tutur Awah.

Selanjutnya
Halaman
1 2