Pemkot dan BPOM Kolaborasi Siapkan Pasar Aman di Kota Bandung

Wisma Putra - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 18:29 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Bandung bekerjasama untuk mensertifikasi pasar di Kota Bandung bebas dari bahan makanan berbahaya.

"Dengan BPOM membahas program, terutama soal bahan makanan olahan, jadi cukup banyak. Mungkin dalam waktu dekat kita sama-sama akan sertifikasi pasar, bahwa pasar tersebut aman dari bahan-bahan yang berbahaya," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Senin (18/5/2020).

Yana mengungkapkan, bila sudah ada sertifikasi dari BPOM maka pasar di Kota Bandung aman dan bebas dari bahan makanan berbahaya.

"Kalau ada label seperti itu mudah-mudahan (bebas makanan dan bahan berbahaya) kan Bandung 97 persen bahan-bahan (makanan) nya dari luar ya. Kita juga harus memberikan keyakinan pada masyarakat bahwa bahan pangan yang dijual di Kota Bandung itu aman dari bahan-bahan berbahaya," ungkapnya.

Yana menuturkan, selama ini Pemkot Bandung sudah sering melakukan sidak dan pembinaan kepada pasar-pasar. Selain itu para pedagang juga sudah berkomitmen bahwa mereka tidak kanan mengurangi timbangan dan tidak menjual barang-barang yang tidak layak.

"Nah tentunya itu perlu juga label dari instansi yang berwenang, saya pikir BPOM itu satu instansi berwenang yang mengeluarkan label itu, jadi menambah keyakinan masyarakat untuk berbelanja di pasar pasar tradisional di Kota Bandung," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Kota Bandung Hardaningsih mengatakan, pertemuannya bersama Wakil Wali Kota Bandung untuk membahas agar pasar di Kota Bandung bebas dari bahan makanan berbahaya.

"Kalau untuk pasar yaitu program mengamankan pasar dari bahan-bahan berbahaya, nah pasar tradisional menjual bahan baku yang nantinya akan diolah menjadi pangan olahan. Mereka harus menjual bahan-bahan yang aman, tidak mengandung bahan berbahaya," ujarnya.

Nantinya, BPOM bersama dinas terkait akan memberi pemahaman soal bahan makanan yang mengandung formalin, borak, pewarna tekstil dan rodamin.

"Nah itu nanti teknisnya kita akan bersinergi dan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung, nanti kita akan periksa ke pasar pada pedagang-pedagang yang menjual produk-produk yang menjual bahan berbahaya. Nah itu edukasi dan kita harus memberikan pemahaman kepada mereka untuk tidak menjual itu. Dengan penegakan supaya mereka mematuhi, beberapa kali kita akan melakukan pengawasan dan mereka masih konsisten, maka kita akan kasih reward atau penghargaan bersama Pak Wali Kota sebagai pasar yang mana bebas dari bahan berbahaya," jelasnya.

Saat disinggung kapan sertifikasi itu akan dikeluarkan, pihaknya kan segera menindaklanjuti program tersebut.

"Nanti kita dorong, kebetulan kita SK Wali Kota tim pengawas terpadu BPOM di daerah, nanti kita bersama-sama melakukan pengamanan di pasar itu bersama-sama," ujarnya.

(wip/mso)