Enggan Naik Ambulans, Pasien Reaktif Corona di Garut Pilih Pakai Motor

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 03:12 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Garut -

Geger video seorang warga Garut yang hasil Rapid Test-nya reaktif enggan dievakuasi menggunakan ambulans. Dia memilih berangkat ke lokasi isolasi menggunakan sepeda motor.

Video soal seorang warga yang enggan dievakuasi menggunakan ambulans itu bikin geger warga Garut. Videonya tersebar lewat aplikasi perpesanan WhatsApp sejak Minggu (17/5/2020) sore.

Seperti dilihat detikcom, dalam video berdurasi dua menit itu, seorang pria berpeci putih nampak tengah mengendarai sepeda motor.

Dari belakang, sebuah ambulans membuntutinya. Dari dalam ambulans, sejumlah tenaga medis terdengar mengucap kata yang ditujukan kepada orang tersebut.

"Nepi ka kiyeu, pasien ditungguan sa-eungap-eungap indit sorangan kanu ((Sampai seperti ini, pasien kita tungguin tapi berangkat sendiri pakai) motor. Jadi orang ini reaktif . Padahal kita pengap (pakai APD)," kata salah seorang pria yang disebut-sebut tenaga medis yang menjemput pria itu.

Pria berbaju putih itu dengan santai mengendarai motor. Berkendara tanpa helm, pria itu kalem menancap gas.

Sepanjang perjalanan, para tenaga medis dalam ambulans tertawa melihat tingkah pasien tersebut. Mereka sesekali mengucap kata kembali.

"Baru kali ini kejadian seperti ini, kita sudah siap dengan APD tapi pasien malah berangkat sendiri," katanya.

Juru Bicara Tim Penanganan COVID-19 Garut, Ricky Rizki Darajat membenarkan kejadian itu. Ricky menyebut, kejadian tersebut berlangsung di Karangpawitan, Garut.

"Pasien tersebut saat dilakukan Rapid Test hasilnya reaktif. Saat akan dijemput oleh tim medis untuk diisolasi, dia menolak pakai ambulans dan memilih pakai motor," ujar Ricky saat dikonfirmasi detikcom.

(mso/mso)