Penertiban Gepeng Musiman di Cimahi Terbentur Ketersediaan Rumah Singgah

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 12:56 WIB
Sleeping on the streets of Las Vegas will be illegal in downtown and residential areas of the gambling city (AFP Photo/JEWEL SAMAD)
Ilustrasi gelandangan (Foto: AFP Photo/JEWEL SAMAD)
Cimahi - Menjelang Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, Kota Cimahi justru semakin dibanjiri kehadiran gelandangan dan pengemis berada di sepanjang jalan protokol.

Tak melulu hanya mengemis, mereka juga membawa karung berwarna putih seolah-olah mencari nafkah dengan cara memulung padahal hanya menunggu belas kasihan orang lain.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang dilakukan Satpol PP Kota Cimahi, mereka murni datang ke Cimahi untuk mengemis meskipun ada juga yang memulung.

"Kemarin sudah dilakukan pulbaket gepeng itu. Kami jumpai ada 10 orang yang merupakan sekeluarga asal Cianjur. Mereka sengaja ke sini untuk mengemis. Akhirnya kita data dulu sebelum ditertibkan," ujar Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Totong Solehudin, saat dihubungi, Minggu (17/5/2020).

Dari hasil pulbaket itu, total ada 20 orang lebih gepeng musiman yang datang ke Cimahi. Mereka sudah datang di Cimahi sejak sebelum Ramadhan, namun ada juga yang baru beberapa hari.

"Pulbaket awal ada sekitar 20 orang termasuk 10 orang asal Cianjur. Bermacam-macam, ada yang baru 3 hari ada yang sudah 3 minggu di sini. Gepeng paling jauh itu dari Surabaya, memang sengaja mencari peruntungan di Cimahi," jelasnya.

Pihaknya mengalami kendala jika harus melakukan penertiban gepeng yang kian hari kian banyak. Ditambah warga Cimahi dan sekitarnya yang tiba-tiba turun ke jalan lantaran terdampak Corona Virus Disease (COVID-19).

"Ada kendala mau dikemanakan karena Pemkot Cimahi belum punya rumah singgah. Ada rumah singgah di Bekasi, tapi kan tutup selama PSBB. Kalau kita tertibkan sekarang tanpa ada tempat menampung, bingung juga akhirnya," tegasnya.

Sebelum ditertibkan sambil menunggu kepastian adanya rumah singgah hasil koordinasi dengan Dinsos Jawa Barat, pihaknya mempersiapkan APD bagi personel untuk melakukan penertiban gepeng.

"SOP-nya tetap melakukan penertiban dengan APD dan pengecekan kesehatan, karena kita tidak tahu mereka OTG atau bukan. Kita siapkan dulu APD untuk personel Satpol PP, sambil menunggu kesediaan Dinsos Jabar terkait rumah singgahnya," tandasnya. (mud/mud)