Round-Up

Untaian Terima Kasih Bahar bin Smith Pada Habib Rizieq Usai Bebas

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 02:44 WIB
Habib Bahar bin Smith bebas usai menjalani setengah masa pidana atas kasus penganiayaan. Bahar keluar Lapas Pondok Rajeg dengan memakai baret merah bintang 5.
Habib Bahar bebas (Foto: pool)
Bandung -

Terpidana kasus penganiayaan remaja habib Bahar bin Smith menghirup udara bebas usai mendapatkan program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Usai bebas, Bahar sebar untaian terima kasih ke umat muslim hingga habib Rizieq Syihab.

Untaian terima kasih tersebut diucapkan Bahar melalui rekaman video berdurasi satu menit 55 detik yang dikirimkan Ichwan Tuankotta, salah satu kuasa Bahar kepada detikcom.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh umat islam yang telah mendoakan yang telah mendukung selama ini khususnya imam besar al habib Muhammad Rizieq bin Syihab beserta seluruh jajaran Front Pembela Islam, para pengacara, para penguasa hukum beserta seluruh ormas islam beserta seluruh para alumni 212 beserta pengurusnya dan kepada seluruh umat islam, majlis taklim, masjid, musala dan seluruh umat islam di Indonesia dan luar Indonesia. Terima kasih banyak mudah-mudahan Allah yang membalas seluruh kebaikan antum semua dan kita akan kembali berjuang di jalan Allah SWT. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh," kata Bahar seperti dalam video yang dilihat detikcom pada Sabtu (16/5/2020).

Bahar bebas melalui program asimilasi Kemenkum HAM berdasarkan aturan Permenkumham nomor 10 tahun 2020 tentang asimilasi saat pandemi COVID-19. Pada Sabtu (16/5) kemarin, Bahar genap menjalani setengah dari masa pidananya sehingga berhak mendapatkan asimilasi.

Ya (benar) mendapatkan program asimilasi rumah," ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jabar Abdul Aris saat dikonfirmasi detikcom.

Selama menjalani program asimilasi ini, Bahar diminta untuk tetap di rumah saat pandemi COVID-19. Bahar diminta untuk nurut akan aturan selama menjalani asimilasi.

"Kita beri pesan untuk mematuhi aturan yang ada selama menjalani masa asimilasi di rumah. Di juga sudah membuat surat pernyataan akan mematuhi segala peraturan yang ditetapkan, secara umum dan khusus," katanya.

Saat keluar dari Lapas Pondok Rajeg, Bahar dijemput sejumlah kerabat mulai dari tim pengacara hingga pengurus Persaudaraan Alumni 212 (PA 212).

"Tadi (dijemput) Ketua PA 212 Slamet Maarif, terus jubirnya Ustaz Novel dengan teman-teman pengacara," kata Ichwan Tuankotta salah satu kuasa hukum Bahar.

Usai bebas, Bahar pun dibawa kembali ke rumahnya di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Kabupaten Bogor.

"Sekarang sudah (bebas). Saya antar habib ke rumah ini. Langsung ke rumah," kata Ichwan.

(dir/mud)