Sepekan Jelang Lebaran, Pusat Kota Bandung Masih Steril dari Penjaja Uang Baru

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 16 Mei 2020 15:53 WIB
Uang Rupiah Baru
Foto: Muhammad Ridho
Bandung -

Sepekan jelang Idul Fitri 1441 H belum terlihat geliat 'inang-inang' atau para penjaja jasa penukaran uang di pusat Kota Bandung. Pantauan detikcom di Jalan Wastukencana pada Sabtu (16/5/2020), tak ada satu pun penjaja jasa penukar uang yang biasanya berdiri berderet di pinggir jalan.

Detikcom pun mencoba menyusuri jalan Merdeka dan area sekitar Balaikota Bandung, tak terlihat ada aktivitas warga yang berarti di sana. Pasalnya, selain penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jalan di antara pusat keramaian itu juga ditutup petugas sejak beberapa minggu yang lalu.

Kendati begitu, tampak sejumlah orang yang membawa karung dan roda duduk di kursi-kursi trotoar. Sedianya, fenomena inang-inang ini musiman terjadi di Kota Bandung jelang Idul Fitri.

Biasanya mereka menawarkan jasa penukaran uang menjadi pecahan yang lebih kecil atau receh. Mereka pun mengambil keuntungan dengan kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya dengan penukar uang.


Sebelumnya, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Barat menjamin ketersediaan uang untuk Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Namun, karena pandemi COVID-19, penukaran uang pecahan dipusatkan di masing-masing bank peserta BI.

Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPW BI Jabar Pribadi Santoso mengatakan, BI Jabar telah melakukan strategi front loading dengan menyediakan uang lebih awal, yakni pada Maret lalu, untuk keperluan hari raya.

"Hanya saja, karena COVID-19 ini, kita tiadakan kas titipan, jadi distribusi uangnya melalui bank, dan (mungkin) di lokasi kerja alternatif kami di Suryalaya (Bandung), tetapi itu juga dalam konteks jaga-jaga," ujar Pribadi dalam telekonferensi pers dari Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (16/5/2020) sore.

"Semua diserahkan melalui bank, mengenai jam operasional bank, kami masih menunggu keputusan mengenai libur, tetapi kami mengikuti pemerintah, kalau misalnya tidak ada libur bersama ya kita masuk, kita sediakan, tapi mungkin waktu operasional akan diperpendek," katanya melanjutkan.

BI Jabar pun mengimbau, penukaran uang tidak dilakukan melalui inang-inang di pinggir jalan yang biasanya marak menjelang hari raya. Pasalnya, keamanan menjadi prioritas utama.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (KPw BI Jabar) Herawanto mengatakan ada tiga resiko yang mungkin harus dihadapi jika memaksakan menukarkan uang ke inang-inang. Pertama mendapatkan uang palsu, kedua mendapatkan nominal uang yang lebih sedikit dari yang ditukarkan dan ketiga paparan virus Corona.

(yum/ern)