5 Berita Populer di Jabar Pekan Ini: Ferdian Paleka Dibully-Kiai Ditinju Ormas

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Mei 2020 09:15 WIB
Ferdian Paleka Di-bully
Foto: tangkapan layar video viral
Bandung -

Kasus YouTuber Ferdian Paleka masih menyedot perhatian publik pekan ini. Setelah membagi-bagikan dus sembako berisi sampah kepada waria dan anak kecil, ia menjadi sasaran perundungan oleh tahanan lain di sel Satreskrim Polrestabes Bandung. Videonya viral dan menuai pro dan kontra.

Cerita lain yang menjadi sorotan pekan ini, ialah tentang seorang pemulung Abah Tono yang mengaku hanya berpenghasilan Rp 1.500 per hari, tapi ternyata sedang membangun rumah permanen dua tingkat di Kabupaten Bandung. Berikut sejumlah berita populer di Jabar sepekan ini yang dirangkum detikcom :

1. Dilarang Mudik, Ibu di Purwakarta Bacok Anaknya

Seorang ibu bernama Toni (60) membacok anak kandungnya sendiri gegara dilarang mudik. Kapolsek Cempaka AKP Tegus Sujito menjelaskan kronologis terjadinya penganiayaan bersenjata tajam ini.

Awal mula pada hari Minggu (10/5/2020) sekitar pukul 02.00 WIB, korban bernama Sugiono (45) sedang tidur di ruang tengah rumah. Sementara itu pelaku keluar kamar dan langsung mengambil golok di dapur.

Tak berselang lama pelaku menyabetkan golok ke kepala korban sebanyak dua kali, setelah korban menyemburkan darah di kepala, pelaku kabur keluar rumah sambil membawa golok tersebut. Pelaku diamankan warga setempat untuk kemudian diamankan polisi

Sebelum kejadian, korban meminta pulang kampung ke Jember, namun anak korban melarang mudik karena adanya larangan dari pemerintah terkait wabah virus Corona.

"Disampaikan kepada ibunya nanti kalau sudah dicabut larangan mudik, akan di antarkan ke Jember, namun pada saat dini hari karena barangkali tidak puas, pada saat anaknya tidur ibunya membawa golok yang pada saat itu langsung disabetkan ke kepala anaknya sendiri," katanya.

Sementara menurut pengakuan pelaku, ia meminta pulang karena merasa kasihan suaminya tinggal seorang diri di Jember.

"Saya kasihan sama suami saya (ayah tiri korban) di rumah, dia tinggal seorang diri. Tapi sekarang saya menyesal sudah melakukan ini (pembacokan)," ucap Toni.

Sedangkan berdasarkan keterangan korban, ia merasa kasihan karena ibunya tidak ada yang ngurus. Dia juga dikucilkan oleh tetangga di kampungnya.

"Tadinya saya kasihan melihat ibu saya, pada dijauhin tetangga karena kotor dan sering marah-marah," kata Sugiono saat ditemui di rumahnya sembari tergolek lemah.

Informasinya, pelaku memiliki sifat tempramental dan tidak mengurus diri. Akibatnya tiga anaknya enggan mengurus dan membiarkan tinggal bersama suaminya. Kini pelaku diamankan di Mapolsek Cempaka untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.

Ferdian Paleka Di-bully di Tahanan, Masuk Tong Sampah dan Push-up:


Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5