Ditutup selama PSBB, Jalan Protokol Cianjur Malah Seperti Car Free Day

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 17:12 WIB
Jalan protokol ditutup, warga berkerumun seperti kegiatan car free day
Jalan protokol ditutup, warga berkerumun seperti kegiatan car free day (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Pemkab Cianjur menutup dua akses utama menuju kawasan pertokoan dan perbelanjaan. Namun bukannya menjadi sepi, dua jalan utama tersebut malah seperti kegiatan Car Free Day.

Dari pantauan detikcom mulai pukul 13.00 Wib hingga pukul 15.00 WIB, jalan protokol yang titutup kini ada dua ruas, yakni Jalan HOS Cokroaminoto dan Mangunsarkoro. Sebelumnya petugas hanya menyekat pintu masuk Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya dari pertigaan tugu Tauco.

Namun, warga malah menjadikan sepanjang jalan Hasyim Ashari dan Suroso sebagai tempat parkir. Termasuk di pintu masuk ke Jalan Mangunsarkoro yang mulai dilakukan penyekatan.

Warga pun berjalan kaki dari tempat parkir ke pertokoan untuk berbelanja pakaian atau kebutuhan lainnya.

Nursidin (28) warga Kecamatan Karangtengah, mengaku awalnya heran terjadi kemacetan di banyak titik, terlebih di jalan menuju dua jalan protokol yang menjadi pusat pertokoan.

"Ternyata jalannya disekat, jadinya lalulintas padat karena banyak yang tetap keluar rumah," kata dia kepada detikcom, Jumat (15/5/2020).

Namun dia mengaku lebih prihatin melihat ruas jalan yang disekat, bukannya menjadi sepi atau terjadi pengurangan aktivitas, jalan tersebut malah tetap ramai dan mirip dengan pelaksanaan CFD.

"Saya mah lihatnya malah seperti CFD dipindahkan ke jalan ini. Pintu masuknya jadi tempat parkir, mereka berkerumun jalan berbelanja," kata dia.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku mulai hari ini Pemkab menyekat dua jalan utama di Cianjur untuk meminimalisir kerumunan akibat warga yang berbelanja.

Namun dia juga akan mengevaluasi pelaksanaannya jika warga malah tetap berkerumun dan berbelanja.

"Awalnya kemarin saya sidak ke jalan raya (Mangunsarkoro), tenyata macet dan ramai pembeli. Makanya disekat tidak hanya di tugu Tauco tapi hingga jalan Mangunsarkoro dengan harapan bisa diminimalisir kerumunannya. Tapi kalau memang tetap ramai nanti evaluasi dan dikaji apa yang harus dilakukan untuk menyukseskan PSBB ini," pungkasnya.

(mud/mud)