Ikut Anjuran Pemerintah, Kemenag Bandung Minta Warga Salat Id di Rumah

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 13:07 WIB
Ribuan warga Muslim Bandung laksanakan salat Idul Fitri di Lapangan Gasibu, Bandung, Jumat (15/6/2018). Mantan Gubernur Jabar Aher hadir pada salat Id itu.
Ilustrasi (Foto: Erna Mardiana/detikcom).
Bandung -

Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah Kota Bandung meminta masyarakat untuk menunaikan salat Idul Fitri di rumah. Sebab, kondisi wabah COVID-19 belum mereda.

Humas Kemenag Kota Bandung Agus Saparudin mengatakan imbauan ini juga merujuk pada keputusan Menteri Agama Fachrul Razi terkait pelaksanaan salat Id di tengah Pandemi COVID-19.

"Kalau dari kami jelas itu tidak berubah. Bahwa sesuai dengan penyampaian Kementerian Agama, kita mengimbau masyarakat agar melaksanakan salat Id di rumah. Jadi tidak melaksanakan salat Ied di lapangan atau masjid," ucap Agus kepada detikcom, Jumat (15/5/2020).

Agus menyatakan anjuran dari Kemenag ini juga sejalan dengan anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, masyarakat diminta untuk tetap di rumah saat hari raya Idul Fitri.

"Kemenag seperti itu, kalau MUI juga kan, jadi apa yang disampaikan oleh Kemenag dan MUI itu sama, jadi Kemenag mengimbau kepada masyarakat agar salat Id di rumah," kata dia.

Pihaknya meminta agar masyarakat disiplin dan mengikuti imbauan untuk salat di rumah. Bila ada yang memaksakan, pihaknya menyerahkan hal itu ke aparat setempat.

"Kalau terkait di lapangan ada yang memaksakan untuk itu kan sulit juga untuk kita mengontrol ya, nah itu kita serahkan sepenuhnya ke aparat setempat lah," tuturnya.

Sebelumnya, menjelang Idul Fitri 1441 H, umat Islam Indonesia disarankan salat di rumah. Salat Idul Fitri bersama keluarga inti bisa mencegah penularan COVID-19.

"Saya imbau umat Islam menjalankan Salat Id di rumah bersama keluarga inti. Ini bagian dari empati dan komitmen kita sebagai umat beragama, dalam penanganan COVID-19" pesan Menteri Agama Fachrul Razi di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menerbitkan fatwa mengenai panduan salat Idul Fitri saat pandemi virus Corona. Salat Id bisa dilakukan berjemaah atau sendiri-sendiri (munfarid).

"Fatwa ini agar dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan ibadah saat Idul Fitri dalam rangka mewujudkan ketaatan pada Allah, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh kepada detikcom, Rabu (13/5/2020).

Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi COVID-19 diambil lewat sidang secara daring, diikuti 41 anggota dan pimpinan Komisi Fatwa MUI. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi Fatwa MUI H Hasanuddin AF dan Sekretaris Asrorun. Namun pembahasan mengenai tata cara salat Idul Fitri di masa wabah COVID-19 ini sudah dimulai sejak pekan pertama bulan ini.

"Fatwa ini dibahas mulai Rabu, 6 Mei 2020, atas pertanyaan dari masyarakat," kata Asrorun.

(dir/mso)