Pandemi Corona, Penerimaan Zakat di Tasikmalaya Naik hingga 40 Persen

Deden Rahadian - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 12:41 WIB
Ilustrasi Zakat
Ilustrasi (Foto: Istock).
Tasikmalaya -

Di tengah pandemi COVID-19 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tasikmalaya justru mencatat adanya peningkatan penerimaan ZIS atau Zakat, Infak dan Sedekah yang sangat signifikan. Sumber ZIS berasal dari Aparatur Sipil Negaradi lingkungan Pemkab Tasikmalaya, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya serta para agniya atau orang mampu.

Berdasarkan data terbaru, penerimaan zakat pada bulan Maret mengalami kenaikan sebesar 40 persen dari bulan sebelumnya. Untuk bulan April naik 14 persen dan hingga pekan kedua bulan Mei ini mengalami kenaikan sebesar 35 persen dari jumlah penerimaan zakat bulan sebelumnya.

"Peningkatan itu terbaca dari grafik penerimaan ZIS Baznas Kabupaten Tasikmalaya, dimana untuk jangka waktu selama tiga bulan terakhir mulai bulan Maret hingga Mei 2020 saat kebijakan penanganan wabah virus Corona diberlakukan, ZIS yang masuk Baznas mengalami lonjakan," kata Ketua Baznas Kabupaten Tasikmalaya Acep Tohir Fuad saat ditemui di Kantornya, Jumat (15/5/2020).

Sementara untuk penerimaan Infaq dan sedekah, Bazanas mencatat kenaikan yang lebih signifikan. Pada bulan Maret 2020 lalu tercatat sebesar 236 persen kenaikan dari bulan sebelumnya. Jumlah prosentase yang sama terjadi pada bulan April. Sedangkan untuk bulan Mei hingga pekan kedua terakhir ini sudah mengalami kenaikan 18 persen.

"Alhamdulillah kepercayaan terhadap Baznas menunjukkan peningkatan yang luar biasa, seiring dengan tingkat penyaluran ZIS oleh Baznas yang terus meningkat. Bahkan dalam kurun waktu tiga bulan selama penanganan COVID-19 ini, Pemkab Tasikmalaya telah menginstruksikan agar seluruh penerimaan ZIS di unit-unit penerimaan zakat (UPZ) pada lembaga-lembaga pemerintahan (SKPD), sepenuhya diserahkan ke Baznas untuk dikelola dan didistribusikan dalam rangka penanggulangan dampak COVID-19," ucap Acep.

Menurutnya, Baznas yang bergerak di bidang kemanusiaan terus berupaya menyentuh seluruh lapisan masyarakat sebagai mustahik untuk dibantu sesuai kemampuan, terutama kepada masyarakat terdampak COVID-19 yang belum tersentuh program pemerintah. Seperti guru ngaji yang direkomendasikan UPZ masjid besar kecamatan, para pedagang kecil yang biasa berjualan di lingkungan pendidikan (sekolah), jompo dan lainnya.

"Berkat kesolehan para muzakki baik di kalangan ASN, para pengusaha maupun para agniya, kami terpanggil untuk menyalurkan titipan mereka, benar-benar tetap sasaran. Dan di bulan Ramadhan ini kami utamakan membantu warga yang mengalami musibah terdampak wabah COVID-19," ujarnya.

Simak video Aplikasi yang Bisa Membantumu Bayar Zakat dari Rumah:

(mso/mso)