Jelang Lebaran, Pemkot Bandung Waspadai Penjualan Produk Parsel Kadaluarsa

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 08:38 WIB
Pedagang parsel menunggu pembeli di Barito, Jakarta, Minggu (10/5/2020). Menurut keterangan para pedagang, di tengah pandemi COVID-19, penjualan parsel lebaran menurun 80 persen dari tahun sebelumnya. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Bandung -

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disdagin) akan melakukan pemantauan untuk mencegah peredaran parsel kadaluarsa jelang perayaan hari raya Idul Fitri.

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasilah mengatakan, monitoring itu dilakukan untuk melihat kondisi parsel yang dikhawatirkan ada barang kadaluarsa diedarkan.

"Kita berencana akan melakukan pemantauan dan monitoring di mana saja ada toko-toko yang membuka parsel. Terpenting adalah expired dari bahan makanan yang dijual, harus kita lihat," kata Elly di Pendopo Kota Bandung, Jumat (15/5/2020).

Elly menyebut, dalam kondisi Pandemi COVID-19 ini penjualan parsel di Kota Bandung tidak akan seramai tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu pihaknya akan tetap melakukan pemantauan demi memberi rasa aman kepada warga.

"Tidak akan sama dengan menjelang lebaran tahun kemarin, tapi kita tetap akan awasi, Insya Allah nanti Hari Senin kita akan sidak gabungan dengan BPOM dan Satpol PP," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau, kepada penjual parsel untuk jeli dan jangan menjual makanan yang sudah kadaluarsa. Bila ditemukan pihaknya tidak akan segan untuk menindaknya.

"Akan kita tindak, tidak boleh dijual, harus diapkir maka akan kita ambil, makannya nanti kita sama Satpol PP, kan Satpol PP yang punya kewenangan untuk melakukan penindakan," ucapnya.

Menurutnya, tahun lalu ada pelanggaran dan ditemukan makanan kadaluarsa. "Iya ada yang disita dan ditemukan yang kadaluarsa, itu bahaya. Tahun ini kita juga akan lakukan penindakan," tambahnya.

Saat disinggung terkait penjualan parsel online, pihaknya mendapatkan kesulitan dalam melakukan monitoring. Pihaknya hanya bisa mengimbau kepada warga untuk berhati-hati.

"Kami imbau kepada warga untuk berhati-hati, dalam membeli makanan secara online. Expired date nya harus jelas," ujarnya.

Simak juga video Ribuan Buruh Garmen Sukabumi Demo Tolak Pembayaran THR Dicicil 3 Kali:

(wip/mso)