Presiden Jokowi Naikkan Lagi Iuran BPJS, Ridwan Kamil Minta Penjelasan

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 14:33 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Dok. Pemprov Jabar
Bandung -

Presiden Joko Widodo kembali menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan melalui Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020. Rencananya kenaikan ini akan mulai berlaku pada 1 Juli 2020 mendatang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuntut penjelasan yang lebih gamblang terkait alasan dinaikkannya lagi tarif iuran BPJS Kesehatan yang semula sempat dibatalkan Mahkamah Agung (MA).

"Kami meminta penjelasan yang lebih jelas, sejauh ini penjelasan belum kompeherensif, sejauh ini belum kompeherensif, supaya kami di daerah tidak ada keresahan," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu di FMIPA UNPAD, Kota Bandung, Kamis (14/5/2020).

Ia menekankan, terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan bukan kewenangan dari pemerintah provinsi. Ia pun berharap pemerintah pusat bisa sesegera mungkin menjelaskan alasan kembali menaikkan tarif.

"Kami butuh jawaban karena pemerintah, tugas pemerintah provinsi 50 persen adalah perwakilan pemerintah pusat di daerah," ucap Kang Emil melanjutkan.

"Ada kenaikan saya kira butuh penjelasan, yang saya tahu ada defisit APBD, ya defisit APBD ini disempurnakan melalui kenaikan BPKS, intinya kami meminta penjelasan yang lebih jelas," katanya.

Awalnya kenaikan iuran BPJS Kesehatan karena dibatalkan MA pada Februari 2020. Jadi iuran BPJS kembali ke iuran semula, yaitu Rp 25.500 untuk kelas 3, Rp 51 ribu untuk kelas 2, dan Rp 80 ribu untuk kelas 1.

Namun, Presiden Jokowi memilih tetap menaikkan iuran. Hal itu seiring dengan lahirnya Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Berikut ini kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2020:

1. Iuran Kelas I yaitu sebesar Rp 150 ribu per orang per bulan, sebelumnya Rp 160 ribu.

2. Iuran Kelas II yaitu sebesar Rp 100 ribu per orang, sebelumnya Rp 110 ribu.

3. Iuran Kelas III Tahun 2020 sebesar Rp 25.500, Tahun 2021 dan tahun berikutnya menjadi Rp 35 ribu. Sebelumnya Rp 42 ribu.


(yum/ern)