Salat Idul Fitri Saat Pandemi, MUI KBB: Ikuti Anjuran Pemerintah

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 11:35 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Bandung Barat -

MUI Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyarankan agar salat Idul Fitri dilaksanakan di rumah jika tren kasus COVID-19 di KBB masih tinggi. Ketua MUI KBB Muhammad Ridwan mengatakan, selama pandemi Corona atau COVID-19, pelaksanaan solat Idul Fitri harus mengacu pada fatwa MUI terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Salat Idul Fitri di rumah saja, kan tetap sah-sah saja, tetapi tidak pakai khotbah," ujar Ridwan saat dihubungi, Kamis (14/5/2020).

Menurutnya, salat Id itu bisa dilaksanakan di rumah dengan cara berjemaah bersama keluarga. Pasalnya, dalam fatwa MUI terkait PSBB, ibadah salat Jumat, dan salat Tarawih juga tidak dilaksanakan di masjid.

"Kalau salat Idul Fitri di rumah dan berjemaah orangnya seadanya saja, bisa empat atau lima orang," ucap Ridwan.

Namun, jika nantinya salat Idul Fitri bisa dilaksanakan di lapangan dan masjid, semuanya harus menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah. "Kita harus ikuti anjuran pemerintah. Yang terpenting ibadahnya bagus, kan. Semuanya akan mengacu pada aturan pemerintah daerah," tutur Ridwan.

Untuk saat ini, MUI KBB akan menunggu hasil evaluasi dari PSBB untuk menentukan teknis pelaksanaan salat Idul Fitri tersebut. Jika hasil dari PSBB itu tren kasus COVID-19 di KBB mengalami penurunan, ada kemungkinan salat Idul Fitri bisa dilaksanakan di masjid atau di lapangan seperti biasa. Namun, jika hasilnya tidak ada perubahan, salat Idul Fitri tetap harus dilaksanakan di rumah.

"Tunggu saja, nanti bakal diumumkan. Jadi kita menunggu arahan dari pusat juga," ucap Ridwan.

PSBB di KBB tahap kedua ini dimulai sejak 6 Mei hingga 19 Mei 2020. PSBB tahap pertama dinilai gagal karena tren kasus COVID-19 mengalami peningkatan dan masih banyak pelanggaran.

(bbn/bbn)