Dua Pekan Terakhir, 3 Ribu Warga Jabar Curhat Galau di Rumah Aja

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 03:33 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Bandung -

Dua pekan terakhir, 3 ribu warga Jawa Barat menelepon layanan 119#9 Layad Rawat Pemprov Jawa Barat. Mereka curhat bosan dan galau berada di rumah selama pandemi Corona ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Siska Gefrianti, mengatakan, sejak dua pekan terakhir, dalam telekonferensi pers dari Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/5/2020).

"Selama 2 minggu terakhir, ada 3 ribu panggilan yang isinya kebanyakan curhat mengenai bosan di rumah, galau dan lain-lain," ujar Siska dalam telekonferensi pers dari Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/5/2020).

Walau demikian, dari angka ribuan warga yang curhat itu, ada juga yang mengeluhkan masalah psikosomatik akibat rasa bosan yang berlebih. "Jadi demam, kebanyakan galau dari bosan, jadinya timbul cemas berlebihan ada kekhawatiran," ujarnya.

"Paling sering adalah kapan pandemi ini akan berakhir, kapan bisa sekolah lagi, kapan bisa bekerja lagi, dan sebagainya," tutur Siska.


Selain layanan Layad Rawat, Himpunan Psikolog Jabar juga membuka layanan konsultasi secara daring dan menerima lebih dari 330 curhatan warga. "Isinya masih seputar kegalauan, ada juga tenaga kesehatan yang curhat, kebanyakan mereka curhat karena tidak pulang ke rumah, rindu anak dan keluarga, cemas kenapa masyarakat masih belum menerima seperti itu," ujarnya.

Pihaknya pun mengatakan, Pemprov Jabar dan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) membuka ruang konsultasi dalam bentuk web, yakni ruangempati.com. Di sana masyarakat yang bosan akan turut diarahkan untuk beraktivitas atau produktif, dengan berlatih tentang seni atau desain.

"Jadi totalnya mungkin bila digabung ada sekitar 5.000 curhatan, ada juga warga yang dilaporkan beberapa kali menelepon, dia redialnya sering," kata Siska.

(yum/ern)