Bertambah! ODP dan PDP Meninggal di Cianjur Jadi 21 Orang

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 17:12 WIB
Poster
Ilustrasi pemakaman pasien Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Cianjur -

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) meninggal di Kabupaten Cianjur terus bertambah. Bahkan kini angkanya mencapai 21 orang.

Jumlah tersebut jauh melebihi pasien positif COVID-19 meninggal yang tercatat ada satu orang dari total empat orang pasien positif.

Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan, angka PDP dan ODP meninggal di Kabupaten Cianjur memang menunjukkan angka yang cukup banyak. Untuk PDP yang meninggal berjumlah 15 orang, sedangkan ODP yang meninggal sebanyak 6 orang.

"PDP meninggal itu ada 15 orang dari total 57 orang PDP, sementara ODP dari 793 ODP ada 6 orang yang meninggal. Jadi total yang meninggal untuk ODP dan PDP itu ada 21 orang, sedangkan pasien positif yang meninggal hanya 1 orang," kata dia kepada detikcom, Rabu (13/5/2020).

Menurut Yusman, banyaknya ODP dan PDP meninggal di Kabupaten Cianjur bukan berarti tingkat penyebaran dan pasien positif banyak. Adanya penyakit kronis bawaan menjadi salah satu faktor kematian ODP dan PDP.

Adapun PDP yang pada akhirnya dinyatakan positif setelah menjalani swab test hanya ada dua orang.

"Mayoritas PDP yang jalani uji swab itu hasilnya negatif. Tapi lantaran ada gejala yang mirip yang mengarah pada PDP, makanya ditetapkan sebagai PDP. Begitu juga untuk ODP," kata dia.

Terkait pasien positif aktif, ungkap Yusman, saat ini masih dirawat di ruang isolasi di rumah sakit. Tiga pasien positif COVID-19 tersebut mulai menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan.

Namun tetap harus menunggu dua kali uji swab untuk memastikan mereka sembuh.

"Masih cukup lama hingga mereka dinyatakan sembuh, apalagi setiap uji swab juga harus menunggu lama hingga keluar hasil. Tapi kami terus komunikasi dengan Labkesda agar bisa dipercepat," pungkasnya.

(mud/mud)