Kaki Tangan Bos Sabu Adam Divonis Seumur Hidup

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 19:30 WIB
Sidang Kasus Bos Narkoba di Banten
Sidang putusan kasus penyelundupan sabu seberat 20,8 kilogram dan 31.439 butir ekstasi. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Empat terdakwa penyelundupan sabu seberat 20,8 kilogram dan 31.439 butir ekstasi divonis masing-masing penjara seumur hidup dan 20 tahun. Terdakwa Akbar, Candra Octo, Darwis dan Minarti adalah kaki tangan bandar narkoba dari Lapas Cilegon, Muhamad Adam, yang vonisnya akan dibacakan terpisah.

Dalam sidang putusan secara telekonferensi di PN Serang, majelis hakim yang dipimpin Heri Kristijanto memvonis terdakwa Akbar dengan pidana penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 2 tahun penjara.

"Menyatakan terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat melawan hukum menjadi perantara jual beli narkotika golongan satu. Menjatuhkan pidana penjara 20 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana 2 tahun penjara," ujar Heri di PN Serang, Selasa (5/5/2020).

Terdakwa kedua, Candra Octo, yang mendengar putusan di Lapas Cilegon, divonis penjara seumur hidup. Terdakwa ketiga, Darwis dan Minarti, masing-masing divonis 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 2 tahun.

Sidang dilakukan dengan telekonferensi. Kecuali Minarti di Lapas Serang, tiga terdakwa lain mendengarkan vonis di Lapas Cilegon. Atas vonis majelis hakim, baik terdakwa dan jaksa menyatakan pikir-pikir.

Keempat terdakwa ini merupakan kaki tangan dari M Adam seorang bandar dari Lapas Cilegon. Terdakwa Adam dituntut hukuman mati oleh jaksa.

Adam merupakan gembong narkoba yang telah divonis hukuman mati. Namun kemudian dianulir oleh Mahkamah Agung menjadi 20 tahun penjara. Di dalam Lapas Cilegon, ia masih mengendalikan bisnis narkotik.

(bri/bbn)