Kasus Pemukulan Sopir Pikap Pada Perempuan Pegawai SPBU Berakhir Islah

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 16:17 WIB
Sopir Tinju Pegawai SPBU Pangandaran
Foto: istimewa
Pangandaran -

Kasus pemukulan yang dilakukan seorang sopir pikap terhadap perempuan pegawai SPBU di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran berakhir islah. Korban mencabut laporannya.

Pihak korban Yeni Nur Oktaviani (24) mengaku sudah mencabut laporan perkara itu di Polsek Parigi. "Sudah selesai, laporan sudah dicabut kemarin," kata Yeni, Senin (4/5/2020).

Yeni mengaku tak sampai hati apabila pria berinisial CU (42) yang telah meninjunya itu dipenjarakan atau sampai ditahan aparat kepolisian.

Selain saat ini bulan Ramadhan, Yeni juga mengatakan kasihan melihat anak pelaku yang masih kecil. Khawatir anak itu menjadi telantar jika bapaknya ditahan, sementara ibunya pun tak ada.

"Tak tega melihat anaknya. Lagipula ini bulan Ramadhan, lebih baik dimaafkan saja. Yang penting dia tidak mengulangi perbuatannya," kata Yeni seraya mengatakan keputusan memaafkan pelaku juga didukung oleh suami dan orangtuanya.


Sementara itu video insiden pemukulan yang dilakukan CU terhadap Yeni, terus menyebar di media sosial. Kelakuan CU dikecam netizen. Selain karena meninju perempuan, penyebab insiden itu pun diakibatkan kesalahan CU yang ingin mengisi bahan bakar di jalur pengisian sepeda motor. Imbauan Yeni untuk pindah ke jalur khusus mobil, membuatnya marah dan melayangkan tinju.

"Sebagai perempuan nyesek rasanya melihat video itu. Perkaranya berakhir damai tak masalah, namun saya harap instansi terkait yang memiliki misi perlindungan perempuan dan anak, harus menindaklanjuti masalah ini. Konseling terhadap korban, jangan sampai dia trauma, kemudian pelaku juga harus jalani konseling bahkan diselidiki, jangan sampai dia bersikap galak atau main tangan juga terhadap anak yang diasuhnya," kata Susie Artiyanti, salah seorang aktifis perempuan asal Kota Banjar.

Video Sopir Tinju Perempuan Pegawai SPBU Pangandaran:

(ern/ern)