Peradilan Salah Satu Gadis Pembunuh Driver Online Bisa Dipercepat

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 15:40 WIB
Polisi amankan 4 pelaku pembunuhan driver taksi online di Bandung. Keempat pelaku diduga rencanakan pembunuhan karena tak sanggup bayar ongkos perjalanan.
Gadis-gadis pembunuh driver taksi online di Bandung (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Proses peradilan salah satu tersangka pembunuhan sopir taksi online dapat dipercepat karena di bawah umur. Percepatan ini merujuk pada Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Para tersangka pelaku pembunuhan sopir online tersebut adalah IK (15), RM (18), RK (20) dan SL (19). Keempatnya berjenis kelamin perempuan, tiga di antaranya masih pelajar dan satunya lagi pegawai swasta.

Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum dari keempat tersangka yang ditunjuk langsung oleh Polresta Bandung, Deny Kuswandy. Ia mengatakan, proses peradilan bagi kliennya yang masih di bawah umur berbeda dengan dewasa.

"Aturan anak di bawah umur, dipisahkan dengan dewasa, sesuai SPPA. Proses pidananya tidak sama dengan dewasa," ujar Deny saat dihubungi detikcom, Senin (4/4/2020).

Pasal 3 dalam UU SPPA menyebutkan, apabila seorang anak di bawah umur, di bawah 18 tahun, berhak tidak ditangkap, ditahan atau dipenjara kecuali merupakan upaya terakhir. Dan dalam prosesnya memakan waktu yang paling singkat.

Deny pun mengatakan hal serupa. Ia mengatakan, bagi satu tersangka, yaitu IK, proses peradilan pidananya akan dipercepat mengingat usianya yang masih di bawah umur.

"Kalau yang satu, karena di bawah umur, proses peradilannya dipercepat," ujar Deny.

Belum diketahui secara pasti kapan berkas penyelidikan sampai ke pengadilan. Informasi yang diterima detikcom, polisi masih dalam proses penyelidikan.

Selain itu, apabila merujuk pada UU SPPA tersangka tersebut tidak dapat dikenai pidana seumur hidup atau hukuman mati. Sedangkan polisi akan tetap menjatuhkan pasal kepada para tersangka dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman penjara 20 tahun dan maksimal seumur hidup.

"Nanti kan pembuktiannya di pengadilan," ungkap Deny.

Saat 4 Gadis Durjana Bunuh Sopir Taksi Online di Bandung:

(mud/mud)