2 Nakes Positif Corona, DPRD Minta Penjelasan dari Pemkab Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 19:18 WIB
DPRD Cianjur mengecam direksi PDAM yang pelesiran ke Eropa
DPRD segera panggil Dinkes Cianjur terkait dua tenaga medis positif Corona (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

DPRD Kabupaten Cianjur akan memanggil Dinas Kesehatan terkait minimnya perlindungan dan jaminan kesehatan bagi tenaga medis. Hal ini berlaku baik di tingkat puskesmas hingga rumah sakit dalam menangani pasien COVID-19.

Berdasarkan data yang diperoleh detikcom, di Kabupaten Cianjur saat ini sudah ada empat kasus positif Corona. Dua di antaranya merupakan tenaga medis dan seorang dokter.

Untuk pasien 04 yang merupakan dokter di salah satu rumah sakit umum Daerah di Cianjur, diduga terpapar dari pasien 01 Cianjur.

Selain itu, ada juga seorang bidan di Kecamatan Haurwangi yang terindikasi positif COVID-19 berdasarkan rapid test. Bidan tersebut saat ini melakukan isolasi mandiri sembari menunggu hasil swab test.

Anggora DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Lepi Ali Firmansyah, mengatakan, adanya tenaga medis yang terpapar menunjukkan Pemkab Cianjur belum bisa menjamin keselamatan dan keamanan para tenaga medis. Apalagi jumlah tenaga medis yang terpapar sama dengan warga sipil yang terkonfirmasi positif.

"Sudah seharusnya, tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 ini menjadi perhatian utama, diberikan perlindungan yang layak, fasilitas yang cukup, supaya mereka tetap terjaga," tuturnya kepada detik.com,Minggu (3/5/2020)

"Tapi di Cianjur, dari empat kasus positif, dua diantaranya merupakan tenaga medis. Kami khawatir dengan kondisi ini, tenaga medis terancam," tambah Lepi.

Rencananya, lanjut dia, DPRD akan memanggil Dinas Kesehatan dan intansi terkaitu untuk memastikan tenaga medis dijamin kesehatan dan keamanannya, terutama kaitan ketersediaan APD.

"Jangan sampai mereka dibayang-bayangi kekhawatiran dalam menangani pasien. Kami akan panggil dinas dan meminta agar segala fasilitas untuk tenaga medis disediakan sesuai kebutuhan. Bukan hanya di rumah sakit, tapi juga di tingkat puskesmas," tegasnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan, untuk meminimalisir kontak pasien dengan tenaga medis di tingkat puskesmas, akan dioptimalkan layanan secara online.

"Karena yang di puskesmas ini berisiko, salah satu upayanya seperti itu. Meminimalisir kontak. Jika bergejala maka akan dirujuk ke rumah sakit," tuturnya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman akan mengupayakan jaminan perlindungan bagi tenaga medis, mulai dari bidan, perawat, hingga dokter dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang cukup.

Selain itu, paramedis juga akan diberi insentif atas jerih payahnya berperang dengan COVID-19 melalui penanganan pasien positif hingga bisa sembuh.

"Kamin upayakan agar mereka terlindung, tidak terpapar. Prosedur penanganannya akan ditingkatkan," ucapnya.

(mud/mud)