Kisah Pilu Warga Bandung Buka Puasa dengan Nasi Aking

Wisma Putra - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2020 18:28 WIB
Warga bandung makan nasi aking dapat bantuan polisi
Foto: istimewa
Kabupaten Bandung -

Ujang Soleh (36), karib disapa Oleh, warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, terpaksa makan nasi aking untuk berbuka puasa karena tidak mampu membeli beras.

Kisah Oleh menyita perhatian publik. Pasalnya di tengah pandemi COVID-19 dan bencana banjir, Oleh yang berprofesi sebagai pemulung itu tidak mendapatkan bantuan sosial warga terdampak COVID-19 dari pemerintah.

Mendapati infomasi ada warga yang memakan nasi aking untuk berbuka puasa, Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan langsung memberikan bantuan untuk keluarga Soleh yang tinggal di Kampung Babakan Leuwibandung RT 05 RW 01, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Sabtu (2/5/2020).

"Asallamulaikum Pak Soleh, gimana sehat?" kata Hendra kepada Soleh.

"Alhamdulillah, pak sehat," ujar Soleh ditemani istri dan anaknya yang masih berusia satu tahun.

Tak hanya ingin menyerahkan bantuan sembako, kedatangan Hendra menemui Oleh juga untuk berbagi cerita.

Dengan tertegun, Hendra mendengarkan kisah hidup Oleh. Hendra merasa tersentuh dengan kisah hidup Oleh yang hanya bekerja sebagai pemulung dan berpenghasilan Rp 30-40 ribu setiap harinya untuk menafkahi anak istri dan membayar rumah kontrakan.

Namun sejak wabah COVID-19 ini terjadi, penghasilan Oleh pun tak tentu dan akhirnya, Oleh dan keluarga terpaksa makan nasi aking.

"Semoga ini bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan Pak Oleh dan keluarga," ungkap Hendra.

"Terimakasih pak, semoga bantuan ini bisa bermanfaat buat saya dan keluarga," timpal Oleh.


Usai perbincangan dengan Oleh, Hendra langsung menuju ke dapur umum Polresta Bandung yang berada di Polsek Dayeuhkolot. Melalui program Serbu Satu Ramadhan, Hendra langsung membagikan nasi bungkus kepada warga yang berada di Kecamatan Dayeuhkolot.

Dengan cara door to door, kedatangan Hendra disambut baik oleh warga. Apalagi, saat ini pemukiman Dayeuhkolot sedang dilanda banjir.

"Penyaluran ini kami laksanakan secara door to door untuk warga yang sama sekali belum mendapat bantuan darimanapun," tutur Hendra.

Pembagian nasi bungkus tersebut, dilakukan atas dasar kemanusiaan setelah melihat dampak negatif dari pandemi COVID-19 yang sudah berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat kecil. Tidak hanya membagikan nasi bungkus saja, selama ramadhan ini juga memberikan takjil untuk berbuka puasa.

"Kita semua berharap, semoga musibah ini cepat berakhir ya," tambah Hendra.

25 Ton Beras untuk Warga

Polresta Bandung menyiapkan bantuan sembako berupa beras untuk warga terdampak COVID-19. Bantuan tersebut akan diberikan kepada warga yang belum tersentuh bantuan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

"Kami sudah menyiapkan beras 25 ton untuk dibagikan kepada warga yang benar-benar belum tersentuh bantuan," ujar Hendra.

25 ton beras tersebut merupakan bantuan sukarela dari Polresta Bandung. Selanjutnya, akan disalurkan untuk 10.000 kepala keluarga dimana masing-masing mendapatkan 2,5 kilogram beras.

"Pembagian akan kami lakukan secara langsung dan bertahap melalui polsek masing-masing wilayah kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polisi kepada warga Kabupaten Bandung. "Intinya kami sangat peduli dengan kondisi masyarakat saat ini, maka dari itu kami akan terus memberikan bantuan apapun untuk warga. Saya berharap, semoga bantuan yang kami berikan ini sangat bermanfaat untuk warga," pungkasnya.

(wip/ern)