Dag-dig-dug Penjual Makanan Khas Cirebon Gegara Larangan Mudik

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 13:19 WIB
Penjual Makanan Khas di Cirebon
Penjual oleh-oleh di jalur Pantura Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Pemerintah telah menerbitkan kebijakan pelarangan mudik. Sejumlah pemudik yang melintas di Pantura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dihalau petugas kepolisian untuk tidak lanjutkan perjalanannya.

Pemudik diminta untuk putar arah, kembali ke tempat perantauannya. Di Kabupaten Cirebon ada lima titik pos pemeriksaan atau penyekatan pemudik, di Kecamatan Susukan, Dukupuntang, Losari, Tol Ciperna dan Palimanan.

Kondisi demikian membuat penjual oleh-oleh khas Cirebon di sepanjang jalur Pantura ini dag-dig-dug. Sebab, kebijakan tersebut berdampak pada penghasilan penjual oleh-oleh. Seperti yang dirasakan Lili (68), salah seorang pemilik toko oleh-oleh di Pantura Cirebon, Jawa Barat.

"Ya khawatir, kalau sepi pemudik, nanti sepi juga pembeli. Jelas berdampak, sekarang saja (selama pandemi Corona) penghasilan menurun drastis," kata Lili saat berbincang dengan detikcom di toko oleh-olehnya, Selasa (28/4/2020).

Musim mudik lebaran merupakan salah satu momen menguntungkan bagi Lili. Sebab, Lili mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah. Toko oleh-olehnya selalu diserbu para pemudik yang melintas saat arus mudik dan balik.

"Biasanya penjualan meningkat saat seminggu mau lebaran sama seminggu sesudah lebaran. Ya bisa sampai Rp 25 juta hasilnya," ucap Lili.

Selanjutnya
Halaman
1 2