Forum SAR Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 02:43 WIB
Nelayan.  dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi nelayan. (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)
Sukabumi -

Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan selatan. Hal ini berdasar pada informasi yang diberikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung.

Dalam informasi yang diberikan BMKG kepada FKSD, diprakirakan akan terjadi gelombang laut di dua perairan yakni selatan dan utara Jabar mulai 23 hingga 29 April 2020. Kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, termasuk di bagian perairan selatan laut Jawa Barat.

"Kita kan ada akses langsung dengan BMKG, setiap waktu ada perubahan kita pasti terima. Terkait informasi itu, kita sudah sampaikan imbauan nelayan melalui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) sehubungan dengan intensitas gelombang yang cukup tinggi," kata Ketua FKSD Okih Fajri Assidiqie kepada detikcom, Selasa (28/4/2020).

"Meskipun itu statusnya di tengah, tapi berdampak juga ke perairan teluk. Gelombang itu setinggi 3 sampai 5 meter, berdampak juga ke pantai," ia menambahkan.

Menurut Okih, saat ini intensitas nelayan untuk melaut memang berkurang. Namun masih saja ada nelayan yang tetap memilih melaut. Ia mengingatkan ketinggian ombak saat ini cukup membahayakan bagi nelayan, khususnya perahu kecil jenis congkreng.

"Harapan kita (nelayan) tidak dulu melaut karena memang ketika perahu jenis congkreng ya, gelombang tiga meter saja cukup riskan. Untuk sementara memang intensitas masyarakat nelayan yang melaut agak sedikit berkurang dengan suasana seperti ini, tapi memang karena kebutuhan ekonomi juga mereka tetap ada juga yang melaut," tutur Okih.

Okih berharap nelayan melengkapi alat pengaman minimal membawa pelampung. Menurutnya, sejak lama Pol Air dan pihaknya sudah membagikan pelampung kepada para nelayan. "Tepenting kesadaran nelayan untuk keselamatan mereka harus diperhatikan. Untuk perahu besar harus dilengkapi SOP untuk congkreng harapan kita tidak sampai terlalu jauh ke laut lepas," ujar Okih.

(sya/bbn)