Unak Anik Jabar

Makna Tradisi Munggahan Saat Sambut Ramadhan

Siti Fatimah - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2020 03:45 WIB
Bulan Ramadhan
Ilustrasi bulan Ramadhan. (Foto: iStock)
Bandung -

Seluruh masyarakat muslim dunia, begitupun Indonesia, melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Di tengah masyarakat Sunda, ada beberapa tradisi yang dilakukan dalam menyambut bulan Ramadhan.

Kepala Pusat Studi Budaya Sunda Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Teddi Muhtadin mengatakan ada beberapa tradisi yang dilakukan masyarakat untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. "Secara umum menjelang Ramadhan ini oleh orang Sunda disebut munggah atau munggahan. Ada juga papajar dan membuat masakan yang berbeda dari hari biasanya," kata Teddi kepada detikcom, Sabtu (25/4/2020).

Ia menjelaskan budaya munggahan berasal dari bahasa Sunda. Ada yang mengartikan 'sampai ke' ada juga yang menafsirkan dari kata unggah yang artinya naik.

"Kedua-duanya sama, bahwa artinya sudah sampai ke bulan Ramadhan atau sudah naik bulan Ramadhan," ujar Teddi

"Yang dikerjakan biasanya beberesih dengan kuramas (keramas). Meminta maaf kepada orang lain, termasuk membersihkan tempat ibadah dan makam keluarga," ia menambahkan.

Dia menjelaskan munggahan sudah ada sejak hadirnya Islam di Tatar Sunda. Namun budaya daerah setempat juga mempengaruhi perkembangannya.

"Zaman dahulu menyambut Ramadhan ini, anak laki-laki di kampung pagi-pagi ramai pergi ke makam untuk bersih-bersih, lalu membersihkan masjid atau musala. Setelah itu keramas atau mandi besar di kolam atau sungai," tutur Teddi berdasar pengalamannya semasa dulu.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2