Perjuangan Nenek Pembuat Batako di Cianjur, Tetap Kerja di Tengah Corona

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 15:01 WIB
Perjuangan nenek di Cianjur tetap kerja demi keluarga di tengah pandemi Corona
Siti Rohilah tetap bekerja di tengah Pandemi demi menghidupi keluarga (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Perjuangan Siti Rohilah untuk menghidupi keluarganya di tengah wabah Corona patut diacungi jempol. Apalagi bukan pekerjaan mudah yang dia lakoni, melainkan sebagai buruh kasar pembuat batako.

Menjadi kuli pembuat batako bukan perkara mudah, bahkan untuk kaum laki-laki sekalipun. Namun profesi itu ia terus jalani di usia yang hampir menginjak kepala lima itu. Dan di tempatnya bekerja, Siti Rohilah menjadi satu-satunya perempuan yang bekerja menjadi buruh pembuat batako.

Keringat yang menetes diantara keriput di wajahnya menunjukkan betapa beratnya pekerjaan sebagai kuli. Meski begitu, badan kecilnya terlihat cekatan mengambil bahan batako yang merupakan campuran dari pasir dan semen untuk dimasukkan dalam cetakan khusus.

Setelah dimasukkan cetakan, ibu dari empat orang anak itu segera menaiki gagang besi dari alat cetak untuk menekan bahan batako agar padat.

Usianya yang sudah tua, membuat dia harus menggunakan alat bantu berupa tali yang digantung di langit-langit tempat pembuatan batako agar bisa naik ke alat khusus tersebut.

Selesai dicetak, batako yang sudah dipadatkan itu kemudian disusun satu-persatu.

Dalam sehari, Siti yang sudah enam tahun melakoni pekerjaan itu bisa membuat ratusan buah batako. Dari setiap batako yang dibuat, dia mendapatkan upah Rp 190.

"Paling banyak 350 buah, sedikitnya 200 buah kalau sedang agak sakit. Kalau upahnya sehari bisa dapat Rp 50 ribu. Itu bekerja dari pukul 06.00 WIB-17.00 WIB," kata Siti Rohilah saat ditemui di lokasi produksi batako di Kampung Ancol Desa Maleber Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Selasa (21/4/2020).

Nihil Orderan, Pengusaha Bus Pariwisata Ancam Gelar Konvoi:

Selanjutnya
Halaman
1 2