Bocah 2 Tahun yang Meninggal Minum Cairan Disinfektan Tak Sempat Masuk NICU

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 11:16 WIB
Polda Bali bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Udayana Bali untuk membuat cairan disinfektan dan handsanitizer yang terbuat dari arak Bali.
Ilustrasi cairan disinfektan (Fikri Yusuf/Antara Foto)
Sukabumi -

Bocah berusia 2 tahun inisial AS meninggal dunia karena meminum cairan disinfektan yang disimpan sang ayah di bawah kursi. Sang ayah, Sihabudin, adalah relawan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kecamatan Bantargadung.

Sebelum meninggal, AS mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu tidak lama setelah kejadian. Kondisinya kritis sehingga harus mendapatkan perawatan di NICU. Namun ruangan NICU di dua rumah sakit rujukan penuh.

"Katanya nanti dapat antrean ke-3, tapi harus nunggu sampai pukul 21.00 WIB. Kayaknya nggak sanggup kalau harus menunggu sampai jam 21.00 WIB," ujar Sihabudin kepada detikcom kemarin sebelum anaknya meninggal.

Takdir berkata lain. Bocah AS mengembuskan napas terakhir sebelum masuk ruang NICU. Bocah 2 tahun itu dikabarkan meninggal pada Senin (20/4/2020) malam tadi atau sekitar pukul 22.30 WIB.


Kabar ini dibenarkan Direktur RSUD Palabuhanratu Damayanti melalui sambungan telepon dengan detikcom. "Informasi yang disampaikan rumah sakit seperti itu, meninggal pukul 22.30 WIB malam tadi," kata Damayanti, Selasa (21/4/2020).

Terkait penyebab, Damayanti mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci. Namun adanya luka di bagian tenggorokan diduga menjadi pemicu meninggalnya korban.

"Karena kan dia minum cairan disinfektan ya, ada erosif di daerah luring tenggorokannya. Informasi yang disampaikan rumah sakit seperti itu," jelas Damayanti.



Ahli Kesehatan London Sebut Anjing Bisa Bantu Penanganan Corona:

(sya/ern)