Bocah 2 Tahun di Sukabumi Kritis Usai Minum Cairan Disinfektan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 18:34 WIB
Cleaning with spray detergent, rubber gloves and dish cloth on work surface concept for hygiene
Ilustrasi cairan disinfektan (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Sukabumi -

AS bocah asal Kampung Cijagung, Desa Bojonggaling Kecamatan Bantar Gadung, Kabupaten Sukabumi kritis setelah meneguk cairan disinfektan yang disimpan orang tuanya.

Bocah berusia 2 tahun putra pasangan Sihabudin dan Rini Sulastri itu kini mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu. Sihabudin diketahui bertugas sebagai relawan sterilisasi yang berjaga di perbatasan Banten - Sukabumi. Ia baru mendapat cairan disinfektan dari petugas BPBD untuk penyemprotan di sekitar lingkungannya.

Setelah mengambil, sisa cairan ia simpan di bawah kursi di dalam rumahnya.

"Saya simpan sisa cairan disinfektan di bawah kursi, sementara posisi saya sedang menyemprot di sekitar rumah sambil menunggu karena saya kebagian shift dua siang ini untuk penyemprotan di perbatasan Sukabumi - Banten. Saat itu anak saya pulang bermain di antar eyangnya, mungkin haus langsung ambil sisa cairan yang saya simpan di bekas botol bekas minuman air mineral," kata Sihabudin, ayah korban melalui sambungan telepon dengan detikcom, Senin (20/4/2020).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung itu kondisi putranya kritis dan saat ini mendapat pertolongan pertama menggunakan alat bantu pernafasan di rumah sakit.

"Sebelumnya sempat saya pancing dulu pakai minyak sayur, sempat muntah. Karena kondisinya masih lemas akhirnya saya bawa ke rumah sakit, kata petugas medis perlu dirawat di ruang PICU dan ada di RSUD R Syamsudin SH dan Hermina hanya katanya dua RS itu penuh saya kebagian antrian nomor 3 mungkin sampai malam," lirih Sihabudin di ujung telepon, suaranya parau.

Ia berharap putranya segera mendapat rujukan ke rumah sakit, karena kondisinya kritis. "Katanya ada pembengkakan di tenggorokannya, saya berharap segera mendapat rujukan dan mendapat ruangan, khawatir melihat kondisi anak saya seperti ini," pungkasnya.

(sya/mud)