Bupati Bandung Kesulitan Fasilitasi Rapid Test Buruh Industri Saat PSBB

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 17:52 WIB
Bupati Bandung Dadang M Naser
Dadang Naser (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengimbau agar setiap industri yang tetap berjalan saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bandung Raya harus melakukan rapid test kepada karyawannya.

Pasalnya, telah terjadi kasus yang terindikasi positif yang dialami karyawan sebuah perusahaan tekstil di Kabupaten Sumedang. Di mana tujuh orang karyawan PT Kahatex terindikasi positif virus Corona setelah dilakukan rapid test pada Rabu (14/4) lalu.

Namun, Bupati Bandung, Dadang M. Naser mengaku kesulitan apabila pihak yang harus melakukan rapid test kepada seluruh karyawan di setiap pabrik.

"Industri yang ada di Kabupaten Bandung boleh jalan di PSBB. Rapid test? Nah ini kebijakan gubernur agak susah, mana alatnya? Kalau ada alatnya akan kami rapid test semua," kata Dadang kepada wartawan usai video conference dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-379, Senin (20/4/2020).

Meski demikian, ia mengatakan akan melakukan uji petik pada sebagian karyawan di setiap perusahaan. Hal ini untuk memastikan apakah lingkungan kerja di industri aman dari virus Corona atau tidak.

"Tapi tetap uji petik. Rapid test di industri akan kita uji petik," tutur Dadang.

Namun, ada beberapa catatan yang harus diterapkan saat industri berjalan di tengah PSBB Parsial. Dadang mengatakan, setiap perusahaan harus melakukan kegiatan industri yang sesuai dengan protokol kesehatan.

"Namun dengan catatan industri itu boleh jalan dengan tetap standar kesehatan corona. Termasuk disemprot disinfektan, dicek suhunya, hand sanitizer, jaga jarak, tidak bertumpuk tumpuk (berkerumun)," kata Dadang.

Namun, dari pihak Dinas Perindustri dan Perdagangan masih belum mengetahui apakah nantinya proses rapid test akan disediakan langsung oleh Pemda Bandung melalui Dinas Kesehatan atau secara mandiri setiap perusahaan.

"Nah itu saya tidak tahu mungkin harus ke dinas kesehatan menyoal itu," ujar Kepala Disperindag Popi Hopifah, Senin.

Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan, detikcom belum mendapatkan konfirmasi terkait hal tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

(mud/mud)