Industri di Bandung Tetap Bisa Operasi Saat PSBB Parsial, Asal...

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 16:24 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Sektor industri termasuk yang dikecualikan atau masih tetap beroperasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bandung Raya, termasuk di Kabupaten Bandung diterapkan. Namun, ada beberapa syarat yang harus dilakukan oleh pihak industri agar tetap bisa berjalan.

Gubernur Jawa Barat sempat mengatakan, sektor industri bisa tetap beroperasi apabila semua karyawannya dilakukan rapid test, untuk menghindari adanya karyawan yang terinfeksi virus Corona, seperti kasus di PT Kahatex, Kabupaten Sumedang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Popi Hopifah mengatakan saat PSBB Parsial berlangsung sektor industri tetap berjalan. Namun, setiap industri harus menerapkan beberapa protokol yang ditetapkan.

"Bahwa sektor industri ini masih tetap berjalan, tetapi dia harus, pertama melakukan rapid test, kedua harus menerapkan sosial dan physical distancing, ketiga harus menyertakan ID Card atau surat jalan dan terakhir harus memakai masker," terang Popi saat dihubungi oleh detikcom, Senin (20/4/2020).

Popi beralasan, beberapa sektor industri sudah terikat kontrak baik dalam dan luar negeri. Lalu, industri pembuat APD dan sembako akan tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah ataupun luar daerah Kabupaten Bandung.

"Kenapa sektor industri itu tetap berjalan, pertama ada yang sudah terkait perjanjian, yang kedua terutama bagi industri yang memproduksi APD, itu harus tetap berjalan untuk memenuhi di dalam negeri, kalau memang yang sudah kontrak dengan luar, kita 50-50," terang Popi.

Dia menambahkan, pihaknya akan mencegah apabila ditemukan perusahaan yang mengekspor APD atau sembako. Hal ini ditakutkan kekurangan pasokan di dalam negeri.

"Kalau yang ekspor sembako dan APD kita cegah dulu, kita menunggu petunjuk dari pusat, kalau ada yang ekspor APD dan sembako takutnya nanti kita kekurangan," terang Popi.

Terkait rapid test, Popi belum mengetahui apakah alat rapid disediakan oleh dinas kesehatan atau perusahaan yang menyediakan secara mandiri.

Sedangkan ID Card atau surat jalan, Popi mengimbau agar setiap perusahaan membuatkan ID Card dan surat jalan bagi karyawannya. Karena, ID Card dan surat jalan akan menjadi bahan pengecekkan apabila checkpoint sudah diterapkan saat PSBB Parsial berlangsung.

"Surat jalan itu dari perusahaan masing-masing ada tandanya, seperti pertokoan itu di tanda tangani oleh yang pemilik toko. Nah di industri ini juga gitu, masing-masing industri mengeluarkan surat jalan selain ID cardnya. Nantinya, itu untuk dicheck ketika di checkpoint," ujarnya.

PSBB Belum Efektif, Masih Banyak Kantor-Pabrik yang Bandel:

(mso/mso)