Selama PSBB, Resto di Kota Bandung Hanya Layani Pesanan Take Away

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 13:17 WIB
Ilustrasi Corona
(Foto: Ilustrasi Corona)
Bandung -

Pemerintah Kota Bandung turut mengatur aktivitas restoran selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Bandung Raya. Pelayanan di restoran hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang atau take away.

Atruran tersebut tertuang dalam Pasal 11 ayat 3 Peraturan Wali Kota Nomor 14 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam penanganan virus Corona atau COVID-19.

"Terhadap kegiatan penyediaan makanan dan minuman, penanggung jawab restoran/rumah makan/usaha sejenis baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan memiliki kewajiban untuk membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away), drive thru, melalui
pemesanan secara daring dan/atau dengan fasilitas telepon/layanan antar," tulis Perwal tersebut seperti dilihat detikcom pada Senin (20/4/2020).

Setiap restoran juga diwajibkan untuk mengatur jarak antrean saat pemesanan makanan. Antrean diberi jarak dua meter antar pelanggan.

Selain itu, restoran juga diminta untuk menerapkan prinsip higienis dalam pengolahan makanan seperti menyediakan alat bantu sarung tangan atau penjepit untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian.

"Memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai standar," kata Perwal itu.

Perwal itu juga mewajibkan seluruh karyawan rumah makan mengedepankan protokol pencegahan COVID-19. Pembersihan area hingga anjuran menggunakan masker kepada karyawan.

"Melakukan pembersihan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususnya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun bagi pelanggan dan pegawai. Melarang bekerja karyawan yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas dan mengharuskan karyawan/pegawai menggunakan sarung tangan, masker kepala dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja," tulis Perwal itu.

(dir/mud)