FKUB Jabar: Kasus 'Pembubaran Ibadah' di Cikarang Berakhir Damai

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 11:27 WIB
Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar
Foto: Mochamad Solehudin
Bandung -

Insiden 'pembubaran ibadah' di Cikarang Kabupaten Bekasi berakhir damai. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan. Hal itu dikatakan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat Rafani Achyar.

"Sudah diselesaikan. Jadi tadi malam sampai jam 00.00 WIB lah, artinya kedua belah pihak sudah damai, sudah menganggap itu kesalahpahaman saja dan mereka saling memaafkan, saling memahami kondisi demi keamanan, demi persatuan dan demi NKRI. Jadi akhirnya mereka sudah damai," ujar Rafani kepada detikcom, Senin (20/4/2020).

Rafani mengatakan perdamaian itu terjadi setelah dilakukan mediasi di kantor desa Jaya Mukti, Kabupaten Bekasi pada Minggu (19/4) malam. Mediasi juga dihadiri Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan dan FKUB Kabupaten Bekasi.

Dengan adanya perdamaian tersebut, kata Rafani, pemilik rumah atas nama Jamin Sihombing sudah mencabut laporan. Sebab, pemilik rumah, kata Rafani, sempat melaporkan warga yang mendatangi rumah tersebut ke polisi.

"Jadi dia sudah buat laporan cuma alhamdulilah Ketua FKUB Kabupaten Bekasi turun tangan. Kemudian oleh ketua FKUB di lobi lah supaya karena kondisi gini kalau saling lapor juga kan nggak enak malah memancing. Akhirnya dengan negosiasi alot alhamdulilah sudah cabut laporan. Jadi Pak Kapolres turun tangan dibawa di Kelurahan Jatimulya, di situlah terjadi perdamaian alhamdulilah gitu," tuturnya.


Pemilik akun Instagram @arionsihombing pun sudah mengunggah proses perdamaian. Bahkan dia juga mengunggah video permintaan maaf dari warga yang mendatangi bernama Kh Imam Mulyana.

Adapun permintaan maaf yang diucapkan Imam Mulyana berisi :

"Assalamualaikum. Saya Kh Imam Mulyana tokoh agama dan masyarakat dengan ini menyatakan dengan tulus telah terjadi kesalahpahaman dengan bapak Jamin Sihombing dan malam ini kami berdua bersmusyawarah dengan niat baik satu sama lain dan hidup bertoleransi. Demikian pernyataan dibuat tanpa ada paksaan siapapun juga," ucap Imam dalam video tersebut.

Pemilik akun @arionsihombing pun menuliskan telah menerima permintaan maaf dari Imam Mulyana.

"Kami sekeluarga telah menerima permintaan maaf dari Pak Kyai.Hj. Imam Mulyana atas tindakan beliau, dan dia berjanji agar kejadian ini tidak akan terulang lagi, beliau sepakat untuk terus turut menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam peribadahan di rumah kami. Terus lah menjadi garam dan terang dunia di manapun kita berada, dan turut menyebarkan Kasih tanpa memandang rupa, jangan takut untuk menjunjung tinggi nilai toleransi di Indonesia. -KAFIR (Komunitas Anti Fanatik Intoleran dan Radikalisme)," tulis Arion dalam captionnya.

(dir/ern)