Cerita Mencekam Bos Akik Saat Angin Kencang di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2020 20:37 WIB
Hujan angin rusak atap rumah di sukabumi
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi -

Sebuah bangunan yang dijadikan galeri batu akik milik Ibrahim di Jalan Rancakadu, Kelurahan/Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, rusak akibat amukan angin kencang yang terjadi Sabtu (18/4/2020) sore.

Saat kejadian, Ibrahim mengaku berlindung bersama keluarganya di kediamannya yang berhadapan dengan galeri batu akik miliknya. Ia hanya bisa menatap ke arah galeri miliknya yang porak-poranda akibat kuatnya hempasan angin.

"Kejadian tersebut sekitar pukul 16:00 WIB. Tidak ada tanda-tanda akan adanya badai namun, angin kencang itu muncul bersamaan dengan hujan deras. Suara bergemuruh, mencekam," tutur Ibrahim kepada detikcom, Sabtu (18/4/2020).

Pria yang akrab disapa Boyeng itu bercerita angin kencang itu sempat seperti berputar-putar sekitar 15 menit. Ia melihat dari dalam rumah suasana amat mencekam. Beberapa material bangunan termasuk atap rumah warga terbang dan mengeluarkan bunyi benturan keras saat berjatuhan.

"Beberapa lama saya bertahan bersama keluarga di dalam rumah, setelah agak mereda baru saya berani memeriksa galeri. Ketika diperiksa atap galeri jebol, keluarga saya tidak ada yang cedera alhamdulillah," ungkapnya.


Karena peristiwa itu ia mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain atap dan instalasi listrik, beberapa perabotan di dalam galeri ikut rusak karena tersiram hujan setelah atapnya rusak. "Taksiran kerusakan senilai Rp 50 juta," imbuhnya.

Pantauan di lokasi angin kencang itu tidak hanya merusak galeri batu akik milik Ibrahim. Beberapa pohon terlihat tumbang dan menimpa kabel jaringan listrik sehingga, pada pukul 18:50 WIB susana terpantau gelap gulita karena terjadi pemadaman aliran listrik.

Sementara itu Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi mendatangi sejumlah lokasi yang terdampak angin kencang di Kecamatan Baros dan Cibereum. Bantuan kedaruratan berupa paket logistik, familiy kit, terpulin, dan food kit itu rencananya akan diberikan kepada warga yang terdampak bencana. Dilaporkan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

""Data sementara asesmen di lapangan PMI mencatat ada 4 rumah di kecamatan baros yang terdampak tapi data ini bisa berkembang personil relawan masih asesmen. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya saja kerugian material rumah yang rusak akibat tertimpa pohon," ujar Kepala Markas PMI Kota Sukabumi, Zaini kepada detikcom.

Zaini menyebut ada satu korban yang tertimpa puing bangunan, anggota PMI dan tim relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarkat (Sibat) PMI di kelurahan Baros telah berada di lokasi untuk memberikan layanan pertolongan pertama dan dukungan Psikososial.

"Hanya selang beberapa menit setelah kejadian PMI Kota Sukabumi langsung menerjunkan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) yang berada di kelurahan baros untuk melakukan respons awal sebagai relawan yang berada di wilayah," lanjut Zaini.

(sya/ern)