Warga Keluhkan Jembatan Penghubung Desa Sukabumi-Cianjur yang Jebol

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 10:04 WIB
Ancam keselamatan penyebrang, warga minta pemerintah perbaiki jembatan ini
Jembatan di perbatasan Sukabumi-Cianjur yang rusak (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Warga perbatasan di Desa/Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi dan Desa Padaasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur berharap satu-satunya jembatan penghubung di wilayah mereka diperbaiki. Sudah 3 orang tewas akibat terjatuh karena pijakan yang rapuh dan sebagian besar jebol.

Kondisi jembatan sepanjang kurang lebih 120 meter dan lebar 4 meter itu kondisinya sudah benar-benar memprihatinkan. Beberapa kali warga dijanjikan akan segera dilakukan perbaikan, namun hingga saat ini janji itu tidak ada satupun yang direalisasikan

"Kondisinya sangat parah, sudah terjadi yang terjatuh dan meninggal 3 orang dua diantaranya pelajar. Masyarakat sudah sangat menunggu perbaikan jembatan ini karena satu-satunya akses transportasi penghubung dua wilayah kabupaten," kata Kades Cidadap, Asep Mulyadi melalui sambungan telepon, Rabu (15/4/2020).

Menurut Asep, peristiwa tewasnya pelajar itu terjadi berturut-turut pada tahun 2017 dan 2018. Ada yang saat kejadian menggunakan motor ada juga yang terjatuh karena pijakan yang rapuh dan licin.

"Kejadian tahun 2017 dan 2018, ada pelajar sekolah SMK dan anak kelas 1 SD usia 6 tahun. Jembatannnya memang sudah tidak layak, jebol pada bagian pijakannya. Masyarakat sudah membuat pengganti sebagian pakai batang kelapa dan itu kalau hujan sangat licin," ujar Asep.

Asep memastikan seluruh warga di dua wilayah itu berharap perbaikan secepatnya. Bahkan tahun ini Asep berkeinginan bisa segera disentuh pembangunan.

"Katanya tahun sekarang mau diperbaiki, tapi lagi-lagi tidak ada realisasi. Padahal sudah banyak yang ke sini termasuk dari Bupati, Kepala Dinas PU bahkan dari kementerian. Tidak ada satupun yang memberikan kabar baik mau dibangun," keluh Asep.

Tidak sekedar akses lintasan angkutan umum, kebutuhan hasil bumi antar dua wilayah juga tersendat akibat kerusakan di jembatan itu. "Hasil bumi sangat besar potensinya sekarang terhenti, kami inginnya pembangunan utuh dari nol persen, pembangunan ingin di beton agar kuat. Kami sangat memohon jembatan itu bisa segera diperbaiki," lirihnya.

Catatan detikcom, peristiwa pelajar tewas memang pernah terjadi pada tahun 2018 silam. Bahkan foto-video kejadian tersebut sempat viral di lini masa media sosial.

(sya/mud)