Pandemi Corona, Stok Sembako di Kota Bandung Aman

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 17:14 WIB
Pekerja melakulan aktivitas bongkar muat di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi memastikan, stok beras untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta masih aman di tengah pandemi covid-19. Saat ini ada sekitar 30.101 ton beras di Pasar Induk Beras Cipinang.
Foto: Ilustrasi kebutuhan pokok (Agung Pambudhy/detikcom).
Bandung -

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memastikan ketersediaan sembako di saat pandemi COVID-19 di Kota Bandung, Jawa Barat aman. Namun, hanya gula pasir yang harganya melambung tinggi.

Hal terus dipastikan oleh Kadisdagin Kota Bandung Elly Wasilah, setelah ia melakukan pengecekan ke pasar tradisional di Kota Bandung.

"Stok sembako aman," kata Elly kepada detikcom via sambungan telepon, Jumat (10/4/2020).

Elly juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke dua ritel besar di Kota Bandung.

"Kemarin saya lihat di dua gudang ritel, satu Yogya Gorup dan Indomaret. Mereka sudah kasih data ke saya, saya enggak mau hanya lihat data, saya pengen lihat di lapangan. Alhamdulillah, saya lihat baik di Yogya Group atau Indomaret aman. Cuman gula saja yang masih langka," ungkapnya.

Eli menyebut, komoditas gula pasir langka di pasaran, sehingga harganya naik.

"Harga Rp 18-19 ribu di pasar. Tapi kalau di ritel Rp 12.500 dan di ritel hampir semua habis, Yogya Group masih ada. Indomaret sudah enggak ada," sebutnya.

Pandemi Corona, Bulog: Stok Beras 1,4 Juta Ton, Gula 5 Ribu Ton:


Selanjutnya
Halaman
1 2