Perjuangan Tenaga Medis di RSHS Bandung Tangani Pasien Corona

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 09:44 WIB
Tenaga medis di RSHS Bandung
Foto: Tenaga medis di RSHS Bandung (Istimewa).
Bandung -

Para tenaga medis saat ini menjadi 'pasukan khusus' untuk menangani pasien Corona. Tanpa rasa lelah dan takut mereka membantu para pasien agar bisa bangkit dan sembuh dari virus mematikan tersebut.

Beragam pengalaman dirasakan oleh para tenaga medis selama menangani pasien Corona. Meski memiliki resiko besar terpapar virus Corona, para tenaga medis tetap bersemangat memberi pelayanan kepada pasien.

Seperti pengalaman dari salah salah satu Perawat Kemuning (ruang isolasi COVID-19) RSHS, Angga Rachmat Soleh (33). Dia menceritakan berbagai hal tentang pengalamannya selama menangani pasien terpapar Corona.

"Kondisi saat pertama nerima pasien itu baru dari ruang isolasi. Jadi pasien yang saya terima itu menunggu hasil swab. Nunggu konfirmasi hasil. Setiap perawat tentu beda jam nerima pasiennya. Karena ini masuknya ruang tambahan dan saya ditugasin di tim COVID," cerita Angga belum lama ini.

Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Angga sendiri menerima pasien dari ruang isolasi. Tidak hanya merasa bangga menjadi bagian dari tim khusus, tetapi juga ada sedih karena harus menerima pasien baru.

"Tentunya ada bangga masuk tim COVID, kedua ada rasa sedih juga. Kita nerima pasien baru, berarti korban wabah nya bertambah," Kata Angga.

Angga dan perawat lain rata-rata menggunakan APD selama 2 hingga 2,5 jam dalam sekali melayani pasien. Meskipun dikerjakan secara bergiliran dengan tenaga medis lain, Angga mengaku menggunakan APD merupakan sebuah keharusan dibalik banyak pula rintanganya.

"Rasanya itu pengap, berkeringat banyak, resiko dehidrasi, kemudian hipoksia (kekurangan oksigen), rasa nya mau pingsan. Sempet khawatir juga tertular," kata dia.

"Ada SOP khususnya untuk pelepasan ada urutannya. Sebelum dilepas itu kita cuci tangan dulu, kita sambil melihat panduannya. Dan ditempatin di ruang khusus," tambahnya.

Bapak dari dua anak ini kini tinggal di Hotel Preanger yang disediakan oleh Pemprov Jawa Barat. Biasanya dia pulang ke keluarganya di Tasikmalaya dalam seminggu satu kali. Namun kali ini, dengan berat hati Angga harus menahan diri untuk pulang.

"Alhamdulillah sejak ada COVID mengkarantinakan diri karena khawatir ada paparan. Meskipun kami (perawat yang tinggal sementara di Hotel Preanger) telah melakukan rapid test sebelumnya," ujar Angga.

"Kalau misalkan itu kita menggunakan APD lengkap, kita tidak termasuk OPD, PDP, dan OTG. Jadi Insya Allah tidak akan terpapar jika menggunakan APD sesuai peruntukannya," tambahnya.

Prinsip APD Bagi Tenaga Medis: Memberikan Perlindungan-Nyaman:

Selanjutnya
Halaman
1 2