Jelang PSBB di Jakarta Besok, Mobil dari Luar Kota Dilarang Masuk ke Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 14:13 WIB
Perbatasan cianjur diperketat
Foto: Ismet Selamet/detikcom
Cianjur -

Jelang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta Jumat (10/4/2020) besok, pemeriksaan kendaraan di pintu masuk Cianjur, terutama di Puncak, diperketat.

Pantauan di lapangan, kendaraan yang berpelat nomor luar Cianjur dan pengendara yang tidak mengenakan masker diminta putar balik dan tidak diperbolehkan masuk Cianjur.

Sementara itu, penumpang bus diarahkan turun dan menjalani pemeriksaan kesehatan. Khusus penumpang yang tidak menggunakan masker diberi masker oleh petugas dan diwajibkan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan.

Kapolsek Cipanas Kompol Suhartono mengatakan pengetatan pintu perbatasan itu dilakukan supaya tidak ada lonjakan jumlah arus pemudik atau warga Jakarta yang masuk Cianjur menjelang PSBB.

"Yang dikhawatirkan mereka masuk Cianjur karena di Jakarta akan diberlakukan PSBB. Kalau tidak ada pengetatan, akan mudah mereka masuk dan berpotensi membawa virus dari zona merah ke Cianjur," ujar dia, Kamis (9/4/2020).

Dia menyatakan kendaraan berpelat luar Cianjur memang dilarang masuk dan diperintahkan putar balik, kecuali memang warga Cianjur.

"Kalau itu warga Cianjur, bisa masuk dengan menunjukkan kartu identitas. Tapi nanti dicatat dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah," kata dia.

Dia juga mengaku pengendara yang tidak mengenakan masker memang diarahkan untuk kembali ke daerahnya. Sebab, dikhawatirkan turut membawa virus. "Ini kan sesuai imbauan pemerintah, setiap masyarakat harus menggunakan masker saat keluar dari rumah. Makanya yang tidak pakai, untuk pengendara dipulangkan lagi, baik dari Jakarta ataupun Bogor," tuturnya.

Suhartono mengimbau warga luar kota tidak masuk Cianjur, pemudik juga diharapkan menahan diri dulu untuk tidak pulang ke Cianjur supaya penularan COVID-19 bisa diminimalkan.

"Jaga jarak dan kesehatan, gunakan masker untuk mencegah penyebaran. Sayangi diri, sayangi keluarga, dan sayangi lingkungan kita. Lebih baik ikuti anjuran pemerintah untuk memutuskan mata rantai penularan Corona," imbuhnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Kabupaten Cianjur mencatat ada sekitar 13 ribu warga dari zona merah mudik ke Cianjur. Pemerintahan di tingkat desa hingga RT/RW bakal dilibatkan dalam pengawasan pemudik, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Berdasarkan data by name by address yang dilakukan petugas di lapangan, ada 13 ribu pemudik yang sudah masuk Cianjur," ujar Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

Data yang diperoleh detikcom, wilayah yang paling banyak pemudik adalah Kecamatan Sukanagara dengan total 1.219 orang, kemudian Kecamatan Kadupandak sebanyak 1.074 orang.

Sementara itu, kecamatan yang paling sedikit pemudiknya ialah Kecamatan Cilaku, dengan jumlah pemudik hanya 29 orang.

Dear Pemda, Ini yang Harus Diperhitungkan Jika Mau Terapkan PSBB:

(ern/ern)