Jalani Rapid Test, Ulama-Kiai di Tasik dan Ciamis Negatif COVID-19

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 16:42 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi pandemi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Bandung -

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad menyatakan ratusan ulama-kiai di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, seluruhnya negatif terinfeksi dari hasil rapid test yang dilaksanakan serentak pada Selasa (7/4/2020).

"Kemarin ada pemeriksaan di pesantren dan MUI, alhamdulillah hasilnya semua negatif," ujar Daud di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (8/4/2020).

Daud mengatakan, setelah dari Tasikmalaya dan Ciamis, pemeriksaan rapid tes akan bergeser ke wilayah zona merah. Zona merah yang dimaksud, adalah wilayah yang ditemukan ada pasien positif COVID-19, seperti wilayah Bodebek dan Bandung Raya.

"Minggu ini pemeriksaan masih akan berlanjut, terutama di pesantren yang berada di zona merah. Kita masih mendata pesantren mana yang akan diperiksa di daerah red zone," ucap Daud.

Daud mengatakan sampai hari ini baru 22.119 laporan hasil rapid tes yang diterima oleh Pemprov Jabar. Dari puluhan ribu itu, 826 di antaranya terindikasi positif COVID-19.

"Kemudian laporan yang belum masuk sekitar 41 ribu lebih, untuk mengejar hasil yang belum masuk. Kita bekerja sama dengan Kodam dan Polda Jabar, kemudian Dinas Kesehatan kabupaten dan kota agar dalam minggu ini semuanya atau sekitar 63 ribuan bisa selesai dan mempercepat pemetaan Corona di Jabar," ujar Daud.

(yum/bbn)