Corona Pandemik, Warga Madura di Jabar Jangan Mudik

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 15:53 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi pandemi Corona. (Fauzan Kamil/detikcom)
Bandung -

Ikatan Keluarga Madura (Ikama) Jawa Barat mengimbau seluruh warga Jabar asal Madura tak melaksanakan mudik di tengah pandemi Corona atau COVID-19. Hal itu harus dilakukan untuk menekan penyebaran virus yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Ketua Ikama Jabar Akhmad Marjuki menuturkan menahan diri untuk tidak mudik sama dengan menjaga diri, keluarga dan saudara di kampung halaman dari wabah virus Corona. Ia mengajak agar semua perantau bisa memanfaatkan momentum ini membangun solidaritas nasional.

"Tunda dulu mudik untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 agar tidak lebih meluas. Ingat, harus jaga diri, keluarga, dan saudara kita yang ada di kampung terhadap ancaman wabah COVID-19 yang sedang mewabah di negeri ini," kata Akhmad melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2020).

Dari catatannya, warga Jabar asal Madura yang tergabung dalam Ikama Jabar jumlahnya mencapai 500 ribu orang. Mayoritas dari mereka merupakan pekerja informal. Dia pun kembali mengimbau seluruh warga Jabar asal Madura taat kepada imbauan pemerintah pusat dan daerah.

"Kapan lagi kita membantu program pemerintah untuk bisa memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19? Kita juga harus sayang dengan keluarga, anak, dan istri kita. Tidak lupa juga, harus sayang dengan pemerintah Indonesia dimana kita tinggal saat ini," ujar Akhmad yang juga menjabat wakil bupati Bekasi itu.

"Pemerintah juga harus memastikan situasi berjalan dengan baik, pasokan pangan tetap terjaga, pelayanan publik tetap berjalan, dan memastikan penanganan pasien terdampak wabah virus Corona dapat ditangani dengan baik dan maksimal," kata Akhmad melanjutkan.

Ia pun meminta semua elemen masyarakat, khususnya perantau dari Madura untuk mendukung langkah pemerintah dalam menangani COVID-19. "Situasi ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran diri kita sendiri dengan saling membantu, meningkatkan persatuan, dan saling bekerja sama. Yakinlah bangsa ini akan mampu menghadapi musibah dan seluruh persoalan yang dihadapi negeri ini," kata Akhmad.

Hingga Rabu (8/4) pukul 14.43 WIB, laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-9 Jabar (Pikobar) mencatat, jumlah warga yang positif COVID-19 mencapai 343 orang, 1.726 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 30.750 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Pemerintah: Jangan Mudik, Agar Tak Tambah Risiko Penularan Corona:

(yum/bbn)